PAGENTAN, 13 September 2026 — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara melaksanakan Turba (Turun ke Bawah) Jilid 2 Tahun 2026 pada Ahad, 13 September 2026, bertempat di Gedung IPHI Pagentan. Kegiatan ini diikuti sekitar 60 peserta yang terdiri atas unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pagentan, Pejawaran, dan Batur, pimpinan organisasi otonom tingkat cabang, serta pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Delegasi dari PCM Sumberejo pada kesempatan tersebut tidak dapat hadir dalam kegiatan Turba.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PCM Pagentan, Djad Mauli, yang menyampaikan ucapan selamat datang kepada jajaran PDM dan seluruh peserta Turba. Ia berharap pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membuka ruang saling berbagi pengalaman, gagasan, dan praktik baik antarcabang Muhammadiyah.
“Melalui Turba ini diharapkan masing-masing cabang dapat saling berbagi pengalaman dan belajar, sehingga persoalan maupun potensi yang ada di setiap cabang dapat menjadi bahan untuk kemajuan bersama,” demikian pokok sambutan Ketua PCM Pagentan.
Selanjutnya, Sekretaris PDM Banjarnegara, Wahyudin, menyampaikan pembinaan terkait penguatan tata kelola organisasi. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kewajiban keuangan persyarikatan pada setiap tingkatan, baik pimpinan, cabang, ranting, organisasi otonom, maupun Amal Usaha Muhammadiyah.
Ia mengingatkan agar seluruh unsur persyarikatan melaksanakan kewajiban tersebut sesuai dengan ketentuan yang telah ditanfidzkan pada tahun 2024. Tertib administrasi dan keuangan dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan organisasi serta mendukung keberlangsungan program Muhammadiyah.
Karyawan AUM Harus Aktif Ber-Muhammadiyah
Selain persoalan keuangan, Wahyudin juga menegaskan pentingnya keaktifan karyawan AUM dalam persyarikatan. Karyawan AUM tidak hanya diposisikan sebagai tenaga profesional dalam unit amal usaha, tetapi juga diharapkan menjadi bagian aktif dari gerakan Muhammadiyah.
“Keaktifan dalam persyarikatan menjadi bagian penting. Bukti keaktifan tersebut menjadi salah satu persyaratan dalam proses penerbitan SK pimpinan maupun SK tahunan,” tegasnya.
Dalam sesi berikutnya, anggota PDM Banjarnegara yang membidangi LPCR dan LPMM memandu peserta dalam pengisian rapor organisasi. Proses pengisian dilakukan secara manual dengan pendampingan staf, sehingga masing-masing cabang dapat memetakan kondisi organisasi sekaligus mengidentifikasi aspek yang perlu diperkuat dan dikembangkan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan dari masing-masing cabang dan sesi diskusi. Para peserta menyampaikan perkembangan, pengalaman, berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat cabang, serta potensi yang dapat dikembangkan bersama.
Melalui Turba Jilid 2 ini, PDM Banjarnegara berharap terbangun komunikasi yang lebih intensif antara PDM, PCM, PRM, ortom, dan AUM. Turba juga menjadi sarana untuk memastikan hasil tanfidz dan kebijakan persyarikatan dapat dipahami serta dilaksanakan secara konsisten sampai ke tingkat bawah.
Baca juga: PCNA Pagentan, Inisasi Program “CABE”
Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dialogis, dengan semangat saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama saling merajut ukhuwah dalam ikhtiar memajukan Persyarikatan Muhammadiyah di Kabupaten Banjarnegara.
Kontributor: Wahyudin (Sekretaris PDM Banjarnegara)
Editor: Dhimas



