Kalibening 26-07-2026 – Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kalibening menggelar Pengajian Akbar sekaligus Puncak Peringatan Milad Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke-95. Mengusung tema “Perempuan Muda Tangguh, Mencerahkan Peradaban”, rangkaian acara ini diselenggarakan sebagai ruang silaturahmi, wadah apresiasi kreativitas kader, serta dorongan peran strategis perempuan muda Muhammadiyah di tengah masyarakat khususnya di Kalibening.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan secara khusyuk oleh Yulfiani. Suasana semakin khidmat dan bersemangat saat grup paduan suara Swara Pena membawakan lagu Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, Mars Nasyiatul Aisyiyah, dan Mars Pemuda Muhammadiyah dengan sajian harmoni yang apik.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan laporan ketua panitia dan deretan sambutan pimpinan persyarikatan.
Ketua Panitia Penyelenggara, Yunda Faniasih Budiati, S.Pd., dalam laporkannya menegaskan bahwa tema milad tahun ini merupakan panggilan jiwa agar kader NA mampu berdiri tegak melintasi dinamika zaman.
“Ketangguhan bukan sekadar slogan manis, melainkan ketangguhan secara spiritual, mental, ekonomi, dan intelektual. Dari tangan perempuan muda yang terdidik dan berkemajuan, akan lahir generasi penerus yang berakhlak mulia serta mewujudkan peradaban yang berkeadaban,” ujar Yunda Faniasih.
Sebelum acara puncak, panitia telah sukses menggelar serangkaian kompetisi yang diikuti oleh kader dari ranting se-Kecamatan Kalibening:
- Lomba Voli (23–24 Juni 2026): Diikuti oleh 17 ranting.
- Lomba Pembuatan Compost (11 Juli 2026): Diikuti oleh 14 ranting sebagai langkah nyata kepedulian lingkungan.
- Lomba Mubalighat (19 Juli 2026): Diikuti oleh 16 ranting dalam rangka mencetak syiar dakwah perempuan.
- Lomba Cerdas Cermat (LCC): Sebagai kompetisi puncak pengasahan wawasan kader tentang keislaman dan kemuhammadiyahan.
Dalam sambutannya, Ketua PCNA Kalibening, Yunda Fidya Dwi Irawati, S.Pd., menyoroti beban peran ganda perempuan modern sebagai istri, ibu, pekerja, hingga aktivis yang sering memicu kelelahan fisik maupun mental.
Mengutip Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 286 (“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”), Yunda Fidya mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup dan menegaskan bahwa urusan rumah tangga adalah amanah bersama antara suami dan istri melalui musyawarah serta kasih sayang.
Agar NA menjadi ruang tumbuh yang inklusif, Yunda Fidya meluncurkan Tiga Komitmen Utama bagi seluruh kader PCNA Kalibening:
- Menjaga Keteguhan Iman: Menguatkan ibadah dan konsistensi sesuai 10 Komitmen Kader Nasyiatul Aisyiyah.
- Merawat Kesehatan Mental & Keharmonisan Keluarga: Membangun komunikasi efektif dan menjadikan rumah tangga sebagai tempat yang menenangkan.
- Memperkuat Dakwah & Pengabdian Masyarakat: Meluangkan waktu untuk terus memberi manfaat di tengah kesibukan harian.
Perwakilan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banjarnegara memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas konsolidasi luar biasa PCNA Kalibening yang mampu menghimpun kader dari 18 Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA).
Apresiasi Program dan Potensi Kader:
- Pengkaderan Mubalighat: Pemenang lomba siap ditugaskan menjadi penceramah syiar dakwah NA di tingkat yang lebih tinggi.
- Inovasi Lingkungan: Lomba pembuatan kompos mendapatkan apresiasi sebagai langkah inovatif dan peduli lingkungan yang jarang dilakukan di cabang lain.
Catatan Konsolidasi: PDNA mengingatkan tugas penting (PR) bagi kepengurusan PCNA Kalibening untuk segera menyelesaikan Surat Keputusan Organisasi (SKO) dan pelantikan bagi 3 ranting baru, yaitu PRNA Bakulan, PRNA Sawalan, dan PRNA Margasari, yang kader-kadernya telah membuktikan antusiasme tinggi dengan hadir aktif di lokasi acara.
Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kalibening, H. Hidayanto, mengajak seluruh kader memaknai milad sebagai ruang refleksi hakikat penciptaan manusia untuk beribadah (QS. Az-Zariyat: 56).
Beliau mengapresiasi inisiatif PCNA Kalibening yang responsif terhadap isu sosial dan lingkungan di wilayahnya:
“Masalah sampah sedang menjadi perhatian kita bersama. Penting untuk menyadarkan mindset masyarakat bahwa sampah adalah bagian penting dari kehidupan yang harus dikelola dengan baik, bukan sekadar dibuang. NA sudah memulainya melalui lomba kompos, dan ini luar biasa,” puji H. Hidayanto.
Ia juga mendorong pentingnya dakwah yang kreatif dan inovatif agar syiar Islam terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman.
Kontributor: Mister Kismadi, (SE MPI PCM Kalibening dan KMM PDM Banjarnegara)
Editor: Dhimas



