Rapat PRM Purwareja. Problema di Persyarikatan Harus Dibahas dan Menjadi Perhatian Bersama

PRM PURWAREJA

Ditulis oleh PCM Purwareja-Klampok

20 July 2026

Purwareja, 19-07-2026. Muhammadiyah sudah sejatinya menjadi ajang untuk kumpul-kumpul, tanpa adanya perkumpulan, tidak akan ada tukar ide dan tidak akan ada pergerakan, sehingga pengurus Muhammadiyah harus kreatif dalam menentukan formula pengumpulan anggota, agar tidak timbul kebosanan dalam perkumpulan-perkumpulan.

Rapat yang pada dasarnya difokuskan untuk pembahasan revitalisasi SD Muhammadiyah Purwareja, ini. Bukan hanya berisi pembahasan tema utama, akan tetapi juga mengupayakan tentang bagaimana para pegiat persyarikatan dapat turut menghidupi pergerakan ini.

Sunarso, mengungkapkan bahwa tokoh-tokoh Muhammadiyah, termasuk mungkin kita, khawatir apabila meninggalkan kaum yang lemah dalam hal ini, generasi penerus.

Sangat layak memang kerisauan ini terjadi terutama di ranah Cabang Muhammadiyah Purwareja Klampok. Mengingat problema yang terjadi sudah masif, kekurangan Guru di sekolah-sekolah, kekurangan murid dan minimnya simpatisan yang hadir dalam kegiatan.

Meski demikian, seluruh anggota yang menghadiri rapat tetap mencerminkan keyakinan yang kuat, bahwa Muhammadiyah Purwareja Klampok akan baik-baik saja dan kembali berjaya.

Tepat pukul 21.00 WIB di Saung Tapen, Teguh memaparkan bahwa hambatan yang dihadapi SD Muhammadiyah Purwareja dalam upaya revitalisasi, mengalami kesulitan terkait Lobi-lobi baik ke Wilayah hingga pusat, dikarenakan tidak adanya lahan kosong dan kriteria-kriteria yang perlu diajukan agak sulit untuk diusakan, papar Ketua PRM Purwareja itu.

Upaya untuk kelangsungan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) di PRM Purwareja terus bergulir. Meskipun tidak mudah untuk dilakukan, demi menjaga napas Muhammadiyah Purwareja, hal ini perlu diupayakan semaksimal mungkin.

Perkumpulan ini dilakukan semata agar para pegiat persyarikatan bisa memahami dinamika yang ada di persyarikatan khususnya di tingkat ranting, tanpa adanya pemahaman terhadap dinamika ataupun permasalahan yang ada, maka gagasan terkait solusi akan jauh panggang dari api.

 

Kontributor: Hijran Daffa Izzabik

Editor: Dhimas

Mungkin Anda Suka