PW Nasyiatul Aisyiyah Jateng Jalin Sinergi dengan Ketua TP PKK Jawa Tengah untuk Penguatan Program Perempuan dan Anak

Ditulis oleh PDNA Banjarnegara

12 June 2026

Semarang, 9 Juni 2026 – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi dalam pengembangan program pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta pembangunan keluarga yang berkelanjutan. Pertemuan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus pengenalan berbagai program unggulan PWNA yang selama ini berfokus pada isu-isu strategis perempuan, anak, kesehatan, dan lingkungan.

Dalam kesempatan tersebut, PWNA Jawa Tengah memperkenalkan sejumlah inisiatif yang telah dan sedang dikembangkan, di antaranya EMINA (Educare Milik NA) sebagai layanan daycare dan pojok baca ramah anak, PASHMINA (Pelayanan Remaja Sehat Milik NA) yang menyediakan layanan kesehatan serta konsultasi kesehatan dan psikososial, hingga program Ibu Jaga Bumi yang mendorong pelestarian lingkungan melalui edukasi pengelolaan sampah, pelatihan pembuatan eco enzyme, pengembangan kebun gizi keluarga, dan produksi pupuk kompos berbasis masyarakat. Selain itu, PWNA juga memperkenalkan GENCANA (Gerakan Cegah Perkawinan Anak) yang saat ini mulai diimplementasikan melalui proyek percontohan di Kota Tegal sebagai bentuk komitmen dalam menekan angka perkawinan usia anak di Jawa Tengah.

Ketua TP PKK Jawa Tengah menyambut hangat berbagai program tersebut dan menilai bahwa banyak di antaranya memiliki irisan yang kuat dengan agenda strategis PKK. Program seperti penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pekarangan, gerakan penanaman pohon, pencegahan perkawinan anak, hingga pemberdayaan kelompok usaha masyarakat dinilai membuka peluang kolaborasi yang luas antara kedua lembaga. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga diwujudkan melalui berbagai layanan yang telah berjalan, termasuk layanan kesehatan, pendampingan hukum, serta penguatan ekonomi keluarga.

Dalam dialog yang berlangsung, perhatian juga tertuju pada berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dan anak di Jawa Tengah. Tingginya angka kekerasan seksual, meningkatnya kasus kehamilan di luar nikah, perlunya transformasi layanan posyandu yang lebih inklusif, hingga penguatan literasi masyarakat menjadi isu-isu yang memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor. PWNA menegaskan bahwa layanan dan advokasi tidak boleh berhenti pada penanganan aduan semata, tetapi harus diikuti dengan penguatan akses pendidikan, kesehatan, dan pendampingan sosial sebagai solusi yang berkelanjutan.

PWNA Jateng juga menyampaikan harapannya agar kemitraan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dapat terus diperluas melalui berbagai program bersama yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Dalam audiensi tersebut, PWNA turut menginformasikan penyelenggaraan Aksi Ekologis pada 14 Juni 2026 di Umbul Senjoyo sebagai bagian dari rangkaian semarak menuju Muktamar serta mengundang Ketua TP PKK Jawa Tengah untuk hadir pada pembukaan Muktamar yang akan diselenggarakan di Solo.

Baca Juga: Implementasi Ramah dan Peduli Anak, Nasyiatul Aisyiyah Launching EMINA

Ketua PWNA Jateng, Monica Subastia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci dalam menjawab persoalan perempuan dan anak yang semakin kompleks. Melalui sinergi antara organisasi masyarakat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu memperkuat ketahanan keluarga, meningkatkan kualitas hidup perempuan dan anak, serta mewujudkan masyarakat Jawa Tengah yang lebih inklusif, berdaya, dan berkeadilan.

Mungkin Anda Suka