Mi Ayam Merekatkan Sinergitas Persyarikatan

Mi Ayam Persyarikatan

Ditulis oleh PCM Purwareja-Klampok

30 December 2025

Saat ini mungkin kebanyakan orang memilih caffe’ atau kedap kopi kekinian untuk berkumpul sembari bersenda gurau atau mengkritisi pemerintah, namun ada hal yang berbeda dengan kelompok yang satu ini, alih-alih memilih caffe’ Pemuda Muhammadiyah Purwareja Klampok justru lebih memilih warung mi ayam sebagai tempat mereka ber-penetrasi sosial. Kebiasaan ini mulai berjalan sejak salah satu anggota Pemuda Muhammadiyah Purwareja Klampok, memulai bisnis warung mie ayam kecil-kecilan sebagai sarana menghidupkan api perekonomian keluarga bersama istrinya..

Baca Juga: Kunjungan Industri PR IPM SMA Muhammadiyah Banjarnegara : Belajar dan Berkreasi di Keramik Mustika Klampok

Terlihat beberapa anggota pemuda muhammadiyah sedang bercengkrama di teras rumah Sohirin (pemilik warung mie ayam), percakapan mereka tentu tak lepas dari membahas agenda persyarikatan selanjutnya.

“Untuk bulan depan ahad manisnya giliran ranting mana?,” tanya salah satu dari mereka.

“Ranting pagak, tempatnya di rawa lutung,” balas Aminudin.

Berbagai pembahasan dan gagasan muncul di warung mi ayam yang berada di belakang masjid Baitul Mukhsonah Purwareja itu, mulai dari pengalaman pribadi, kondisi keluarga, pekerjaan, namun pada akhirnya bermuara pada pembahasan agenda persyarikatan.

Malam semakin larut, udara semakin dingin namun saat itu pembahasan sedang begitu hangat, terlihat raut wajah serius nampak jelas di wajah mereka.

“Bagaimana caranya kita bisa mendapatkan kader, yang muda dan cekatan?” suara lantang Eka hendriyanto terdengar, memecah kesunyian malam.

Seketika kami memberikan beragam pendapat dan saran, Dhimas berpendapat “Bagaimana kalau kelas pelatihan, seperti pelatihan public speaking, kepenulisan digital dan sebagainya, nanti program ini kita jalankan bersama Nasyatul Aisyiyah, bagaimana?” ujarnya, setelah berbagai saran dan masukan, kemudian ide itu disetujui oleh kami semua.

Celoteh segar terdengar riuh,  dibarengi dengan seruputan mi ayam racikan Mba Eca yang membahagiakan lidah, di tengah riuhnya suasana, wajah Eka terlihat kalut memikirkan sesuatu, Sohirin menyadari itu.

“Kenapa diam saja, apakah sedang ada yang dipikirkan?,” tanya Sohirin sambil menepuk bahu Ekar

“Saya bingung, gimana caranya agar SMP Muhammadiyah Purwareja Klampok dan SD Muhammadiyah Purwareja bisa mendapatkan murid, di tahun ajaran baru,” ucap bendahara ranting Muhammadiyah Purwareja itu.

Hal ini lantas membuat pembahasan kami semakin mendalam dan instens, rambut Aminudin yang awalnya tersisir rapi, berubah menjadi berantakan karena turut memberikan saran dan gagasan, terkait hal yang dipikirkan oleh Eka.

Agenda di kedai Mi Ayam ini menjadi bukti bahwa gagasan besar tidak selalu hadir di saat rapat yang formal, banyak pula gagasan hebat datang dari tongkrongan yang dinilai “Ora Ono Faedahe” seperti yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah Purwareja Klampok.

Daffa berujar “Makan mi ayam saja, bisa membuat keakraban menjadi sedemikian rupa,” ucap anggota termuda itu.

Agenda makan mi ayam bersama ini rupanya tidak hanya menggerakkan napas perekonomian mikro, tetapi juga menggerakkan kader Pemuda Muhammadiyah untuk berani berpendapat dan terlibat dalam upaya memajukan persyarikatan.

Kontributor: Hijran DI

Editor: Dhimas

 

 

 

 

 

Mungkin Anda Suka

Keutamaan Peran Seorang Ibu

Keutamaan Peran Seorang Ibu

Jika seorang ayah adalah pemimpin dan nakhoda kapal rumah tangga, seorang ibu adalah pelabuhan dan madrasah pertama...