SEMARANG – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah bersama kader Nasyiatul Aisyiyah (NA) se-Karesidenan Semarang langsung turun aksi nyata menyambut Milad dan Muktamar NA ke-XV. Mengambil tempat di Sendang Senjoyo, Tengaran, Kabupaten Semarang pada Ahad (14/6/2026), Nasyiah melakukan aksi ekologis “Tebar Benih Ikan dan Eco Enzyme” sekaligus talkshow keren bertema “Perempuan Penjaga Ekosistem dan Peradaban”.
Gerakan ini menjadi bukti konkret bahwa Nasyiah turut peduli dengan isu lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengenalkan dan mengkampanyekan gerakan melestarikan lingkungan kepada Kader Nasyiah pada khusunya dan masyarakat luas pada umumnya.
Acara ini langsung dihadiri oleh deretan tokoh perempuan lintas sektor Jawa Tengah yang punya visi sama, salah satunya Nawal Yasin Ketua TP PKK Jawa Tengah.
Sejak pembukaan, atmosfer semangat sudah terasa. Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, menyampaikan harapan untuk seluruh kader nasyiah agar bergerak masif dalam komunitas dan gerakan peduli lingkungan sebagai bentuk ketahanan.
“Mari kita masifkan aksi-aksi lingkungan, menjaga lingkungan dan mencintai alam dengan gerakan-gerakan lingkungan!” seru Monica.
Para kader melakukan aksi nyata menebar 1000 benih ikan yang terdiri dari ikan mujair, bawal, nila, dan uceng disertai dengan menuangkan cairan eco enzyme ke area sendang. Hal tersebut dilakukan guna menjaga kualitas air, membantu menetralkan ekosistem perairan, serta menjaga kelestarian ekosistem air.
Aksi ini dikawal langsung oleh Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah. Nawal turut serta langsung dalam aksi tebar benih ikan bersama-sama dengan Kader Nasyiah. Seusai tebar benih ikan dalam sambutannya, Nawal mengajak kepada semua yang hadir agar aksi peduli lingkungan ini tidak berhenti pada teori saja, namun menjadi kebiasaan baru yang konsisten dilakukan dimulai dari ketahanan lingkungan dalam rumah tangga.
“Saya harap kegiatan ini menjadi bukan hanya pemahaman namun juga perubahan masyarakat terhadap peduli lingkungan. Kita tidak bisa memperbaiki hanya sendiri, tidak bisa. Maka saya titip pesan, ayo budayakan cinta lingkungan. Misal hal kecil bawa tumblr, pilah sampah yang bisa dilakukan secara istiqomah,” tegas Nawal.
Kegiatan hari ini merupakan dakwah ekologis, nasyiah melakukan kerja yg luar biasa. Dakwah pendidikan, sosial, ekologis sehingga membentuk kemandirian. Bentuk edukasi ini diharapkan menjadi perubahan budaya serta menjadi jihad dakwah dalam kelestarian lingkungan dan gerakan ekologis.
Kontributor: Mufti (PDNA Banjarnegara)
Editor: Dhimas



