Shalat Istisqa’ PRM Brak Danakerta Dihadiri 355 Jamaah, Ajak Jamaah Memohon Hujan Dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah

Shalat Istisqa PRM BRAK Danakerta

Ditulis oleh PCM Punggelan

14 October 2026

DANAKERTA – Dalam rangka menyikapi musim kemarau panjang yang mengakibatkan kekeringan dan berkurangnya ketersediaan air bersih, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Brak Danakerta menyelenggarakan Shalat Istisqa berjamaah pada Ahad, 11 Oktober 2026, bertempat di Lapangan Bola Desa Danakerta. Kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini diikuti kurang lebih 355 jamaah pria dan wanita. Jamaah berasal dari warga Ranting Muhammadiyah Brak Danakerta yang terdiri atas lima RT, serta jamaah dari ranting Muhammadiyah terdekat, di antaranya Ranting Kandangserang, Ranting Menganti dan Ranting Sambong. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri warga Nahdliyin. Kehadiran jamaah dari berbagai kalangan tersebut menunjukkan semangat kebersamaan umat Islam dalam beribadah dan memohon pertolongan Allah Swt. untuk mengakhiri kekeringan.

Bertindak sebagai khatib adalah Ustaz H. Muhazain, S.Ag., dengan imam Ustaz Miftahudin dan pimpinan istighfar Ustaz Malik.

Khatib Mengajak Jamaah Bertaubat dan Memperbanyak Istighfar

Dalam khutbahnya, khatib mengingatkan bahwa hujan merupakan salah satu nikmat Allah Swt, yang sangat penting bagi kehidupan. Dengan turunnya hujan, tanah yang kering menjadi subur, tanaman dapat tumbuh, sungai dan sumur terisi air, serta kehidupan manusia dan makhluk lainnya dapat berlangsung dengan baik.

Sebaliknya, ketika hujan tidak turun dalam waktu yang lama, masyarakat akan menghadapi berbagai kesulitan. Tanah menjadi kering, tanaman layu, persediaan air berkurang, dan kebutuhan air bersih semakin sulit dipenuhi. Kondisi tersebut hendaknya menyadarkan manusia akan kelemahan dirinya dan pentingnya memohon pertolongan kepada Allah Swt.

Khatib mengajak jamaah untuk melakukan introspeksi diri, meningkatkan rasa syukur atas nikmat Allah, serta memperbaiki kualitas ibadah. Umat Islam juga diingatkan agar tidak lalai dalam menjalankan salat, lebih memperhatikan orang-orang yang membutuhkan pertolongan, dan meninggalkan perbuatan yang tidak diridai Allah Swt.

Pesan utama khutbah adalah pentingnya memperbanyak taubat dan istighfar sebagai bentuk penghambaan kepada Allah Swt. Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surah Nuh ayat 10–11:

وَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا ۝ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا

Artinya: “Maka aku berkata (kepada mereka), ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh, Dia Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.’”

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa umat Islam hendaknya senantiasa memohon ampunan, memperbaiki diri, dan berharap kepada rahmat Allah Swt.

Dalam khutbahnya, jamaah juga diajak memperbanyak istighfar dengan membaca:

أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

Selain memperbaiki hubungan dengan Allah Swt., jamaah diajak mempererat hubungan dengan sesama manusia. Permusuhan, iri hati, dan dengki hendaknya dijauhi. Sesama muslim diharapkan saling memaafkan, memperkuat persaudaraan, serta membantu saudara dan tetangga yang sedang mengalami kesulitan akibat kekurangan air.

Khatib juga memimpin doa agar Allah Swt. mengampuni dosa-dosa umat, menerima taubat, melimpahkan rahmat, serta menurunkan hujan yang membawa manfaat dan keberkahan bagi seluruh makhluk.

Harapan Ketua PRM Brak Danakerta

Ketua PRM Brak Danakerta, Hadi Sutikno, menyampaikan bahwa kegiatan Shalat Istisqa ini bukan hanya menjadi ikhtiar untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga sarana syiar Islam dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

“Harapan kami, kegiatan ini menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dalam bentuk ibadah Shalat Istisqa. Melalui ibadah ini, kita bersama-sama memohon pertolongan kepada Allah Swt. agar hujan segera diturunkan dan kekeringan yang dirasakan masyarakat dapat segera berakhir,” ungkapnya.

Ia berharap semangat kebersamaan yang tampak dalam pelaksanaan Shalat Istisqa dapat terus terpelihara, sehingga masyarakat semakin peduli, saling membantu, dan bersatu menghadapi kesulitan akibat kemarau panjang.

Kehadiran jamaah Muhammadiyah, warga Nahdliyin, serta masyarakat dari ranting-ranting terdekat menjadi wujud nyata bahwa kepedulian terhadap persoalan bersama dapat mempertemukan umat dalam semangat ibadah, doa, dan persaudaraan.

Melalui kegiatan ini, PRM Brak Danakerta berharap Allah Swt. segera mengabulkan doa seluruh jamaah, menurunkan hujan yang bermanfaat, mencukupi kebutuhan air bersih masyarakat, serta melimpahkan keberkahan bagi Desa Danakerta dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: Aksi Nyata, MI Muhammadiyah Se-Kecamatan Punggelan Galang Donasi Untuk Palestina

Fastabiqul khairat. Semoga ikhtiar dan doa bersama ini menjadi jalan turunnya rahmat Allah Swt., memperkuat persatuan umat, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

 

Kontributor: Sodikin, S.Pd.I., M.Pd (Pimpinan Ranting Muhammadiyah Brak Danakerta)

Editor: Dhimas

 

 

Mungkin Anda Suka