Semarak Milad dan Muktamar NA ke-XV, Talkshow Perempuan Penjaga Ekosistem dan Peradaban Gaungkan Gerakan Cinta Lingkungan

Semarak Milad dan Muktamar NA ke-XV

Ditulis oleh PDNA Banjarnegara

18 June 2026

Kabupaten Semarang – Dalam rangka menyemarakkan Milad dan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke-XV, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggelar kegiatan bertajuk “Tebar Benih dan Eco Enzyme” yang dirangkai dengan talkshow “Perempuan Penjaga Ekosistem dan Peradaban” di kawasan wisata Sendang Senjoyo, Tengaran, Kabupaten Semarang, Ahad (14/6/2026).

Kegiatan yang diikuti kader Nasyiatul Aisyiyah se-Karesidenan Semarang ini menjadi wadah penguatan peran perempuan dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membangun kesadaran ekologis di tengah masyarakat.

Acara diawali dengan pembukaan oleh Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia, yang mengajak seluruh kader untuk semakin aktif menggerakkan aksi-aksi pelestarian lingkungan.

“Mari kita masifkan aksi-aksi lingkungan, menjaga lingkungan dan mencintai alam dengan gerakan-gerakan lingkungan,” pesannya di hadapan peserta.

Sorotan utama kegiatan ini adalah talkshow bertema “Perempuan Penjaga Ekosistem dan Peradaban” yang menghadirkan narasumber Krisseptiana, anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, bersama tokoh perempuan lainnya. Dalam paparannya, Krisseptiana menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam membangun peradaban yang berkelanjutan melalui nilai-nilai yang ditanamkan dalam organisasi Nasyiatul Aisyiyah.

“Dalam 10 komitmen kader Nasyiatul Aisyiyah dilaksanakan, maka akan jadi perempuan yang hebat yang akan membangun Indonesia,” ungkapnya.

Menurutnya, komitmen kader NA tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan berorganisasi, tetapi juga menjadi landasan bagi perempuan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang, termasuk menjaga kelestarian lingkungan dan menciptakan perubahan sosial yang positif.

Talkshow berlangsung interaktif dengan antusiasme peserta yang tinggi. Diskusi yang berkembang menegaskan bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau komunitas tertentu, melainkan menjadi tugas bersama yang dapat dimulai dari peran perempuan di keluarga, organisasi, dan masyarakat.

Sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi tebar benih ikan dan pembuatan eco enzyme. Aksi ini menjadi simbol komitmen Nasyiatul Aisyyah dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mengajak masyarakat untuk menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Melalui rangkaian kegiatan ini, Nasyiatul Aisyiyah berharap semangat cinta lingkungan semakin tumbuh di kalangan kader dan masyarakat luas, sehingga perempuan dapat terus menjadi penggerak perubahan sekaligus penjaga ekosistem dan peradaban.

 

Kontributor: Mufti (PDNA Banjarnegara)

Editor: Dhimas

Mungkin Anda Suka