Banjarnegara – Dalam rangka menyemarakkan Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA), Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Banjarnegara melaksanakan kegiatan Aksi Ekologis Tanam Pohon di Pondok Ki Bagus Hadi Kusomo, Petambakan, Madukara pada Kamis (19/02). Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen NA dalam gerakan IBU Jaga Bumi (Initiative, Beneficial & Ultimate Change), menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar pondok pesantren.
Program ini bertujuan untuk mengenalkan potensi tanaman obat keluarga sekaligus mendorong kemandirian dalam menjaga kesehatan berbasis alam.
Kegiatan ini diikuti oleh tim PDNA dengan penerima manfaat utama para santri dan pengelola Pondok Ki Bagus Hadi Kusomo. Diharapkan, program penghijauan dan pemanfaatan herbal ini dapat memberikan dampak positif, baik dari sisi lingkungan, kesehatan, maupun edukasi bagi seluruh warga pondok.
Dalam kegiatan tersebut ditanam sebanyak 250 pohon pucuk merah, 7 pohon buah serta tanaman kunyit dan pemanfaatan herbal. Sebanyak 250 pohon pucuk merah diberikan oleh PDNA Banjarnegara sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap penghijauan lingkungan Pondok karena pohon pucuk merah bermanfaat untuk memperkuat tanah di pinggiran, menghijaukan lingkungan pondok yang gersang, serta daunnya dapat diolah menjadi teh herbal.
Selain itu, PWNA turut memberikan dukungan dengan memberikan 7 pohon buah, terdiri dari pohon jambu dan nangka, yang diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi civitas pondok dan masyarakat sekitar.
Tidak hanya penghijauan, kegiatan ini juga mencakup penanaman tanaman kunyit sebagai bagian dari pemanfaatan tanaman herbal.
Melalui aksi ekologis ini, Nasyiatul Aisyiyah menegaskan peran aktifnya dalam menjaga kelestarian alam sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi keberlanjutan lingkungan. Pohon pucuk merah akan memperindah kawasan pondok, sementara pohon buah dan tanaman kunyit akan memberi manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.
Perwakilan PDNA Banjarnegara, Neneng mengatakan Gerakan tanam pohon ini bukan hanya simbol penghijauan, tetapi juga ikhtiar nyata untuk menjaga bumi.
“Kami berharap pohon-pohon yang ditanam hari ini menjadi amal jariyah yang terus memberi manfaat bagi generasi mendatang.”
Neneng juga menambahkan bahwa dalam kegiatan ini Nasyiatul Aisyiyah ingin menegaskan bahwa PDNA Banjarnegara peduli terhadap lingkungan adalah bagian dari dakwah. Menanam pohon berarti menanam harapan dan keberlanjutan kehidupan.
Baca Juga: Perkuat Branding Organisasi Perempuan, PDNA Banjarnegara Ikuti Pelatihan Media Digital dan Kehumasan
Kegiatan ini diharapkan menjadi amal jariyah yang terus memberikan keberkahan, serta menginspirasi masyarakat luas untuk ikut serta dalam gerakan menjaga bumi sekaligus menegaskan bahwa PDNA Banjarnegara merupakan ortom yang peduli terhadap lingkungan.
Kontributor: Syu’bi Nurdiyanti (PUSINTEK PDNA Banjarnegara)
Editor: Dhimas



