Tabligh Akbar Milad ke-113 Muhammadiyah: Prof. Muhadjir Tegaskan Kritik Dari Muhammadiyah kepada Pemerintah adalah Wujud Kepedulian Bangsa

Ditulis oleh Dhimas

Seorang Perawat di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Merden

16 November 2025

Banjarnegara, Ahad (16/11/2025) – Puncak perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Banjarnegara ditandai dengan Tabligh Akbar yang disampaikan oleh Penasehat Presiden RI Bidang Haji, yang juga tokoh senior Muhammadiyah, membawakan tema sentral: Memajukan Kesejahteraan Bangsa.

Prof. Muhadjir menekankan bahwa salah satu kepribadian hakiki Muhammadiyah adalah bekerja sama dengan pemerintah dan golongan lain untuk memelihara dan membangun bangsa demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur.

Kritik sebagai Wujud Kepedulian

Dalam konteks hubungan dengan negara, ia menjelaskan posisi kritis Muhammadiyah secara lugas.

“Muhammadiyah memiliki tanggung jawab untuk membantu program pemerintah yang baik. Namun, jika ada program pemerintah yang tidak baik, Muhammadiyah wajib bersikap obyektif, adil, dan kritis, baik secara internal maupun eksternal,” tegas Prof. Muhadjir.

Ia menambahkan, kritikan yang dilontarkan oleh persyarikatan bukanlah manifestasi kebencian terhadap pemerintah, melainkan wujud nyata dari kepedulian kader Muhammadiyah demi kemakmuran bangsa.

Prof. Muhadjir juga mengapresiasi kekompakan Muhammadiyah di Banjarnegara, ditunjukkan dengan banyaknya kader yang duduk di kursi pemerintahan dan dewan, serta lokasi kantor PDM yang strategis di pusat kota. “Ini adalah tanda bahwa kita akan mencapai kemakmuran bersama,” ujarnya.

Percepatan Haji dan Pentingnya Program Gizi

Selaku Penasihat Presiden di bidang umrah dan haji, Prof. Muhadjir juga menyampaikan kabar baik terkait upaya pemerintah dalam pelayanan ibadah.

“Pemerintah sedang berupaya keras untuk memperpendek masa tunggu ibadah haji bagi jamaah Indonesia. Salah satunya adalah dengan penambahan slot penerbangan dari Tanah Air ke Tanah Suci,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi PDM Banjarnegara yang telah meluncurkan program Makan Bergizi (MBG). Menurutnya, program ini sangat penting karena merupakan upaya strategis untuk mempersiapkan generasi mendatang agar lebih baik dari generasi saat ini.

“Generasi ke depan harus lebih sehat, lebih cerdas, dan pastinya lebih berakhlak mulia. Ini adalah cita-cita dan visi dari Presiden Prabowo,” jelasnya.

Kolaborasi MBG Menangkal Stunting dan Dongkrak Ekonomi Petani

Prof. Muhadjir mengingatkan bahwa jika hendak berkolaborasi mewujudkan MBG, para pihak tidak boleh sekadar menghitung untung (bathi), tetapi harus bersiap untuk berkolaborasi dengan baik demi mencegah stunting pada anak.

“Anak-anak kita butuh protein, dan di sinilah pentingnya MBG untuk menjaga kualitas gizi para siswa,” imbuhnya, seraya mengusulkan agar sekolah yang belum tersentuh MBG dapat berinisiatif melalui iuran orang tua dan bekerja sama dengan kantin sekolah, mencontoh praktik yang sudah dilakukan negara-negara maju.

Terakhir, ia menyoroti dampak ekonomi dari program ini. MBG terbukti dapat meningkatkan pendapatan petani. “Kolaborasi ini harus baik, agar dana MBG sebanyak ratusan miliar tersebut bisa bermanfaat untuk keberlanjutan ekonomi lokal,” tutupnya.

Kontributor: Dhimas & Widodo

 

Mungkin Anda Suka