MERDEN — Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti Kompleks Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden pada Selasa, 25 Agustus 2026 (12 Rabiul Awal 1448 H). Memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, pihak pesantren menggelar ajang Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) yang membuktikan keunggulan kajian literatur klasik santri di tengah arus modernisasi.
Perlombaan ini dirancang untuk menguji ketajaman, akurasi membaca, kemampuan mengharokati, hingga kedalaman pemahaman teks kitab gundul.
Setiap kelas harus melewati fase seleksi mandiri yang terdiri dari babak penyisihan, babak semifinal, hingga babak final. Selain memacu semangat belajar santri, alur kompetisi ini sekaligus menjadi sarana evaluasi komprehensif bagi para pengajar dalam memetakan kualitas penguasaan tata bahasa (nahwu-sharaf) dan pemahaman membaca kitab gundul.
Dalam gelaran MQK kali ini, panitia membagi kompetisi ke dalam dua tingkatan utama Tingkat Wustho (MTs) menguji penguasaan Kitab Arba’in Nawawi, kumpulan 42 hadis pokok ajaran Islam karya Imam An-Nawawi dan Tingkat Ulya (SMA) menguji kedalaman pemahaman Kitab Riyadhus Sholihin, kitab karya Imam An-Nawawi yang memuat rincian akhlak, adab, dan riyadhah (penggemblengan) jiwa,Fikih: Kitab Al-Fiqh Al-Muyassar untuk mengukur ketepatan pemahaman hukum Islam praktis santri.
Usul Fikih: Kitab Al-Waraqat karya Imam Al-Juwaini beserta syarahnya karya Imam Jalaluddin Al-Mahalli untuk menguji pemahaman metodologis hukum Islam.
Ketua Penyelenggara Acara, Ustaz Heri Sunaryo, menyampaikan bahwa ajang ini menegaskan komitmen pesantren dalam melebarkan keunggulan akademiknya.
“Melalui lomba membaca kitab kuning ini, kami berharap para santri tidak hanya lihai secara tata bahasa Arab, tetapi juga mampu menyerap nilai-nilai hadis Nabi SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di pesantren maupun masyarakat, ujar Ustaz Heri.”
Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden tidak hanya berfokus pada sayap hafalan Al-Qur’an (tahfiz), tetapi juga bergerak kencang memperkuat sayap penguasaan kitab gundul. Daarul Falaah ingin melahirkan generasi yang seimbang: kuat memorisasi Al-Qur’an dan mumpuni dalam membedah kitab turats secara akurat untuk menjawab tantangan zaman.
Kemeriahan kompetisi dirasakan langsung oleh para peserta. Diaz Firazar Arrafi Tiar, santri tingkat Ulya asal Banjarnegara yang sukses menyabet predikat Juara 2, membagikan kesannya seusai penyerahan piala, dirinya mengaku bahwa agenda ini benar-benar menguji mentalnya..
“Tahapan dari penyisihan sampai final benar-benar menguji mental. Kita tidak cuma dituntut lancar membaca teks gundul tanpa harokat, tapi juga harus tepat menguraikan kedudukan gramatikal dan isi kandungannya. Hasil ini jadi pemicu untuk semakin dalam mempelajari kitab turats,” ungkap Diaz.
Acara ditutup dengan penyerahan hadiah serta doa bersama, berharap agar keberkahan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW senantiasa menyertai seluruh keluarga besar Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden.
Kontributor: Faiz Albar D, Lc (Musyrif Pondok Pesantren Daarul Falaah Muhammadiyah Merden)
Editor: Dhimas



