PCNA Wanadadi Sukses Membidani GAJAH ASIK

Gajah Asik

Ditulis oleh PDNA Banjarnegara

4 February 2026

Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Wanadadi sukses menggelar kegiatan GAJAH ASIK (Gerakan Bocah Aja Nikah Gasik) pada Minggu (1/2) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Wanadadi dengan pesrta remaja dari berbagai ranting di Cabang Wanadadi. Kegiatan ini merupakan program kerja PDNA Banjarnegara yang menyasar remaja sebagai upaya pencegahan pernikahan usia dini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Wanadadi, Ketua PCM Wanadadi, Ketua PCA Wanadadi, serta PDNA Banjarnegara. Agenda ini juga melibatkan Puskesmas Wanadadi dan KUA Wanadadi sebagai narasumber utama.

Acara diawali dengan pemeriksaan kesehatan peserta yang bekerja sama dengan Puskesmas Wanadadi, meliputi pengecekan tinggi badan, berat badan, dan tekanan darah. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan remaja sejak dini.

Ketua PCNA Wanadadi, Ika Fitriana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Nasyiatul Aisyiyah dalam membentengi remaja dari praktik pernikahan usia dini.

“GAJAH ASIK ini kami selenggarakan sebagai upaya edukasi kepada remaja agar lebih siap merencanakan masa depan dan tidak terburu-buru menikah di usia muda,” ujarnya.

“Melalui GAJAH ASIK, kami ingin meningkatkan kesadaran remaja untuk menunda pernikahan di usia dini, mencegah stunting, serta mendorong kader Nasyiatul Aisyiyah agar terus melanjutkan pendidikan,” tambahnya.

Perwakilan PDNA Banjarnegara, Dwi Satriani Begi Mawinidi, selaku Ketua Bidang Advokasi Sosial dan Kebijakan Publik,menegaskan bahwa GAJAH ASIK merupakan program PDNA Banjarnegara yang diharapkan dapat dilaksanakan secara luas.

“GAJAH ASIK adalah program PDNA Banjarnegara yang harapannya bisa dilaksanakan di seluruh cabang. Saat ini PDNA Banjarnegara memiliki 25 cabang, dan kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik di masing-masing cabang,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Yunda yang akrab disapa Windi tersebut menyampaikan bahwa keberlanjutan dan kualitas pelaksanaan program menjadi kunci keberhasilan GAJAH ASIK.

“Jika program ini berjalan dengan baik, maka tujuan utama GAJAH ASIK dapat tercapai, yaitu mencetak remaja yang unggul, sehat, berdaya, dan memiliki perencanaan masa depan yang matang,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua PCM Wanadadi, Bambang Sutikno, mengapresiasi penuh pelaksanaan kegiatan tersebut dan mandang perlu dilanjutkan dengan program lain.

“Kami sangat mengapresiasi GAJAH ASIK ini. Kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu dilanjutkan dengan program lain, misalnya GAJAH PINDAH atau Gerakan Anak Pintar Dakwah,” katanya.

Sementara itu, Camat Wanadadi, Dadar Susadi, berpesan agar para peserta mampu menjadi penyambung informasi bagi teman sebaya.

“Ilmu dan materi yang adik-adik dapatkan hari ini jangan berhenti di sini, tetapi sampaikan kembali kepada teman-teman lainnya,” pesannya.

Setelah rangkaian sambutan dari para pimpinan dan tamu undangan, kegiatan GAJAH ASIK dilanjutkan dengan sesi inti berupa penyampaian materi. Pada sesi ini, peserta mendapatkan pembekalan komprehensif dari dua narasumber yang membahas pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan dan keagamaan, sehingga diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh dan seimbang kepada para remaja.

Pemateri pertama, Atmini dari Puskesmas Wanadadi, menjelaskan dampak pernikahan dini dari sisi kesehatan.

“Pernikahan dan kehamilan di usia terlalu muda memiliki risiko kesehatan yang cukup besar, baik bagi ibu maupun anak,” terangnya.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Dewi Kholifah dari KUA Wanadadi yang menjelaskan dampak pernikahan dini dalam perspektif hukum Islam, khususnya terkait kesiapan fisik, mental, dan tanggung jawab dalam membangun keluarga..

Selain penyampaian materi, kegiatan GAJAH ASIK juga diwarnai dengan sesi tanya jawab interaktif antara peserta dan narasumber. Para remaja tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar pernikahan dini, kesehatan remaja, serta kesiapan mental dan pendidikan sebelum menikah.

Tak hanya itu, ice breaking dan permainan edukatif juga diselipkan di sela-sela acara. Suasana kegiatan pun menjadi semakin seru, cair, dan menarik, sehingga peserta tetap fokus dan bersemangat mengikuti rangkaian kegiatan hingga akhir.

Kegiatan GAJAH ASIK ditutup dengan foto dan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen bersama untuk menciptakan generasi remaja yang sehat, berpendidikan, dan berdaya.

 

Kontributor: Syu’bi Nurdiyanti (PUSINTEK PDNA Banjarnegara)

Editor: Dhimas

 

Mungkin Anda Suka