Milad Muhamamdiyah ke-113, Gus Wahid: Semoga Muhammadiyah Senantiasa Istiqomah Memberikan Pencerahan Kepada Ummat

Milad Muhamamdiyah ke-113

Ditulis oleh Dhimas

Seorang Perawat di Klinik Utama PKU Muhammadiyah Merden

16 November 2025

Banjarnegara, Ahad (16/11/2025) – Perayaan Milad ke-113 Muhammadiyah di Banjarnegara turut dihadiri dan diapresiasi oleh tokoh agama setempat, Gus Wahid Jumali, Lc. Dalam sambutannya, Gus Wahid memuji kiprah panjang Muhammadiyah yang dinilainya mampu mewujudkan usia yang penuh berkah dan manfaat bagi umat.

Gus Wahid mengawali sambutannya dengan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Tokoh Nasional, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, yang telah memeriahkan acara tersebut. Ia juga mengucapkan selamat atas penyelenggaraan Milad ke-113.

“Semoga Muhammadiyah dapat senantiasa memberikan pencerahan kepada umat,” harap Gus Wahid.

Menyimak Ujian Kebaikan dalam Usia Panjang

Gus Wahid menyoroti usia Muhammadiyah yang telah mencapai 113 tahun. “113 tahun bukanlah usia yang pendek, tapi usia yang sudah jelas panjang,” katanya. Ia kemudian menyitir sabda Rasulullah SAW tentang ujian kebaikan.

“Rasulullah bersabda, ada ujian kebaikan itu yang umurnya panjang, namun amalnya tidak baik. Sementara itu, Muhammadiyah telah banyak umurnya, dan telah banyak pula amal serta manfaat yang diberikannya untuk umat,” jelasnya, memposisikan Muhammadiyah sebagai institusi yang berhasil melalui ujian usia panjang dengan keberkahan amal yang meluas.

Kolaborasi sebagai Kunci Kesejahteraan

Dalam konteks program yang diluncurkan pada Milad kali ini, Gus Wahid secara khusus mengapresiasi semangat kolaborasi Muhammadiyah. Ia mencontohkan inisiatif Sentra Pelayanan Pemberian Gizi (SPPG) Makan Bergizi Muhammadiyah (MBM).

“Muhammadiyah menjadi kolaborator, agar hasil pertanian warga bisa ditampung oleh SPPG Muhammadiyah. Ini hal yang sederhana, tapi manfaatnya luar biasa,” pujinya.

Ia mengakui bahwa meskipun Upah Minimum Kabupaten (UMK) Banjarnegara tergolong rendah, “nyuwun sewu (mohon maaf), UMK kita paling rendah se-Indonesia, tapi berkahnya luar biasa,” yang menyiratkan bahwa semangat gotong royong dan kolaborasi seperti yang ditunjukkan Muhammadiyah adalah sumber kesejahteraan sejati.

Gus Wahid Jumali, Lc. Menutup sambutannya dengan sebuah pantun penyemangat:

Burung merpati terbang ke awan,

Hinggap sejenak di ranting cemara.

Warga Muhammadiyah terus berjuang,

Dakwah tulus rakyat sejahtera.

 

Kontributor: Dhimas & Widodo

 

Mungkin Anda Suka