MERDEN, BANJARNEGARA — Semangat warga dalam memperdalam pemahaman keislaman terus tumbuh melalui kajian rutin Jumat malam Sabtu di Masjid Al Falaah Merden, Karangkajen, Purwanegara, Banjarnegara, Jawa Tengah.
Pada Jumat, 7 Agustus 2026, kajian yang berlangsung pukul 19.45–21.00 WIB tersebut menghadirkan Ustaz Heri Sunaryo, pengajar Pesantren Daarul Falaah, sebagai pemateri. Kajian kali ini kembali mengangkat materi yang bersumber dari Buku Himpunan Putusan Tarjih (HPT) Muhammadiyah.
Kajian Tarjih ini menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan pembelajaran Islam yang berbasis dalil sekaligus mengenalkan dan memperkuat pemahaman jamaah terhadap keputusan-keputusan tarjih Muhammadiyah.
Dalam penyampaian materinya, Ustaz Heri Sunaryo mengajak jamaah untuk tidak sekadar mengetahui hukum atau tuntunan dalam beragama, tetapi juga memahami landasan dan argumentasi yang menjadi dasar suatu keputusan. Dengan demikian, tradisi keilmuan dapat terus tumbuh di tengah kehidupan berjamaah.
Kajian berlangsung dalam suasana hangat dan penuh perhatian. Jamaah mengikuti pembahasan dengan antusias, mencermati penjelasan pemateri, serta memperdalam berbagai persoalan keagamaan yang dibahas berdasarkan rujukan Himpunan Putusan Tarjih Muhammadiyah.
Kajian Rutin Jumat Malam Sabtu
Kajian ini bukan kegiatan insidental. Pengajian tersebut merupakan kajian rutin setiap Jumat malam Sabtu yang diselenggarakan di Masjid Al Falaah Merden.
Untuk menjaga keberlanjutan kajian, pemateri dijadwalkan secara bergantian antara Ustaz Heri Sunaryo dan Ustaz Agus Triawan. Pergantian pemateri tersebut memberikan warna tersendiri sekaligus memperkaya perspektif jamaah dalam memahami berbagai persoalan keislaman.
Keberadaan kajian rutin ini juga menjadi bagian dari upaya membangun tradisi membaca, mengkaji, dan mengamalkan hasil keputusan tarjih di lingkungan jamaah. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran dan pengembangan wawasan keislaman masyarakat.
Melalui kajian yang dilakukan secara istiqamah, diharapkan semakin banyak jamaah yang memiliki semangat untuk terus belajar dan memahami Islam berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.
PCM Merden melalui majelis Tarjih dan tajdid terus menjadi ruang tumbuhnya tradisi keilmuan. Jumat malam Sabtu menjadi momentum untuk berhenti sejenak dari kesibukan, duduk bersama, membuka kitab, menyimak kajian, dan memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam.h
Semangat mengkaji Tarjih bukan sekadar memahami sebuah kitab, tetapi juga merupakan ikhtiar untuk menghadirkan praktik keberagamaan yang berilmu, berlandaskan dalil, dan mencerahkan kehidupan umat.
Kontributor: PCM Merden News
Editor : Dhimas



