BANJARNEGARA – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kota Banjarnegara resmi membuka kegiatan Baitul Arqom (BA) pada Sabtu (27/6/2026). Bertempat di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdamu) Banjarnegara, kegiatan penanaman ideologi Muhammadiyah ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari satu malam, hingga Ahad (28/6/2026).
Acara pembukaan berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh perwakilan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Banjarnegara. Suasana semakin bergelora saat seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, disusul dengan Mars Sang Surya dan Mars ‘Aisyiyah.
Mencerahkan, Menggerakkan, dan Menggembirakan
Dalam laporannya, Zainul Abidin, S.Ag selaku Ketua Penyelenggara Baitul Arqom menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh undangan dan peserta yang hadir. Uniknya, laporan tersebut diselingi dengan pantun jenaka yang mencairkan suasana: “Beli oncom bonus permen, buah delima warna merah; Mengikuti Baitul Arqom selama-lamanya, mencerahkan dan bikin bergairah.”
Data Peserta: Kegiatan ini diikuti oleh 117 peserta yang berasal dari berbagai Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Cabang Kota, Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), serta Organisasi Otonom (Ortom) seperti ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA), Pemuda Muhammadiyah dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
Ketua Penyelenggara menegaskan bahwa esensi dari BA kali ini adalah untuk mencerahkan, menggerakkan, dan menggembirakan. Selama kegiatan, para peserta akan menginap dan memusatkan aktivitas spiritualnya di Pondok Pesantren Cahaya Quran.
Sinergi Dua Periode dan Harapan Besar
Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua PCM Kota Banjarnegara Sunaryo, S.Pd. MM. Melalui sambutannya yang juga diwarnai pantun motivasi “Jalan-jalan ke Kota Banjar, jangan lupa beli suvenir; Ayo kita mulai belajar, biar ganteng, cantik, dan mahir,” pihak PCM menekankan pentingnya penguatan ideologi Al-Ilmu dan Al-Islam.
Pihak PCM menyampaikan bahwa Baitul Arqom kali ini menjadi momentum istimewa yang menjembatani sinergi dua periode kepemimpinan. Mereka berharap seluruh peserta dari Muhammadiyah, ‘Aisyiyah, NA, hingga Pemuda Muhammadiyah dapat mengikuti seluruh rangkaian acara dengan komitmen penuh hingga akhir.
Pesan Ideologis PDM: Berjihad dengan Gembira
Turut hadir memberikan amanat sekaligus membuka acara secara resmi, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara, Bapak Drs. H. Sobri. Dalam tauksiyahnya, ia mengutip QS. At-Taubah ayat 41, mengingatkan khalayak untuk senantiasa berangkat berjuang (berjihad) baik dengan harta maupun jiwa.
”Sang Surya adalah bentuk pengkaderan Muhammadiyah, jangan dibawa keluar dari koridornya. Walaupun ini hanya dilaksanakan dua hari semalam, jadilah orang yang menonjol, orang yang menikmati dan memperdalam kelas pendidikan Kemuhammadiyahan melalui amal-amal Islam,” tegas Drs. H. Sobri.
Beliau juga berpesan agar AUM dan gerakan Muhammadiyah dikelola dengan penuh kegembiraan, disiplin, sehingga Pusdamu dan wadah-wadah ortom benar-benar melahirkan kader umat serta kader bangsa yang tangguh.
Penyerahan Peserta dan Doa
Sebagai tanda dimulainya proses penggodokan ideologi, acara diakhiri dengan prosesi penyerahan kepesertaan secara simbolis dari pihak panitia kepada Master of Training (MOT) yang akan memandu jalannya kelas Baitul Arqom. Acara pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama demi kelancaran agenda Baitul Arqom
Kader yang Militan
Pada kesempatan yang sama, Tutugo Darto, S.Sos selaku Anggota MPKSDI PWM Jateng, menjelaskan bahwa Baitul Arqom adalah sarana mengukuhkan fondasi demi menyiapkan kader-kader Muhammadiyah yang militan.
“Di Baitul Arqom, kita akan membuat kelas yang membahas apa itu Muhammadiyah dari A sampai Z,” tutur Tutugo.
Dirinya juga menegaskan bahwa Baitul Arqom merupakan kelas yang wajib diikuti oleh seluruh anggota persyarikatan, tak terkecuali para pekerja di Amal Usaha Muhammadiyah.
“Karyawan di AUM jangan sampai tidak tahu ap aitu Muhammadiyah, siapapun orangnya kalau ada di Muhammadiyah, dia harus kenal dengan Muhammadiyah, karena dengan mengenal Muhammadiyah, dia akan suka dengan Muhammadiyah dan menjadi kader militant,”
Tutugo berharap agar Baitul Arqom bisa diikuti secara serius, agar nantinya tidak akan ada kader yang mengkhianati Muhammadiyah, karena dirinya sudah memiliki bekal terkait dengan doktrin Muhammadiyah untuk selanjutnya bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menyemarakkan dakwah persyarikatan.
Ia juga menitip pesan bahwa Baitul Arqom adalah hal yang wajib dilakukan, karena hal tersebut merupakan fondasi dari kaderisasi yang tidak boleh jalan di tempat.
Kontributor: Mistar Kismadi | Dhimas
Editir: Dhimas



