Kuncup Melati Yang Mekar Di Purwareja Klampok

Ditulis oleh PCM Purwareja-Klampok

24 June 2026

Pagi hari di grumbul Kauman dusun Sidareja, pada Kamis 12 Maret 2026. Sahudji menceritakan sekilas sejarah tentang dirinya dan Muhammadiyah di Purwareja Klampok. Pria yang lahir pada 13 Mei 1947 di Pingit, Rakit Banjarnegara itu, tersenyum tipis sambil mencoba mencari lembaran-lembaran usang masa lalu di memorinya. Ia sedikit ragu, namun ucapannya semakin jelas.

Pria yang kini usianya hampir 80 tahun tersebut, menceritakan bahwa saat ia masih muda dulu, lingkungannya didominasi oleh orang-orang di bahwa bendera SI (Sarekat Islam) namun kondisi itu tidak lantas membuat Sahudji terbawa arus. Sahudji justru memilih Ketua PCM Rakit pada saat itu, untuk dijadikan sebagai guru ngajinya, meski di zaman itu Muhammadiyah masih cukup minoritas di sana.

Beliau adalah putra tertua dari pasangan Adrongi dan Pudjiati, ia mengingat bahwa ayahnya yang bernama Adrongi tersebut merupakan seorang tokoh Muhammadiyah di desa Pingit yang piawai dalam hal bahasa arab “Nahwu Shorof”, sambil sedikit terkekeh ia berkata “Jan Pak Adrongi gemien pintar bahasa arab, tapi anake malah ora pinter, ya bisa tapi kur ngerti tok.” kenang sahudji.

Setelah sedikit menceritakan sekilas tentang pribadinya, Mbah Ugi sapaan akrabnya, mulai bercerita tentang dinamika awal dirinya memulai kiprah seriusnya di persyarikatan Muhammadiyah, pada tahun 1976 Sahudji dipercaya sebagai ketua PCPM Rakit (Pimpinan Cabang Muhammadiyah Rakit) sebelum akhirnya ia berpindah domisili ke Purwareja Klampok.

Ia mengingat sekitar tahun 1985 dirinya sudah berdomisili tetap di Purwareja Klampok, saat itu di Purwareja Klampok “Pemuda Muhammadiyah” belum terbentuk secara resmi, saat itu masih AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah). Pada tahun itu juga AMM mengadakan sebuah program dalam bentuk pengajian “Remaja Islam Di Setiap Ranting” karena program ini dinilai berjalan baik dan progresif, maka saat itu PCM Purwareja Klampok memusyawarahkan agar Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) diubah menjadi Pemuda Muhammadiyah, di sinilah cikal bakal Pemuda Muhammadiyah di Purwareja Klampok dibentuk.

Pada tahun 1986 akhirnya kepengurusan PCPM (Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah) resmi dibentuk, dan saat itu qodarullah dirinya yang menjadi ketua PCPM Purwareja Klampok pertama.

Perspektif : Sahudji

Pada 1985, Angkatan Muda Muhammadiyah, mengadakan pengajian, “Remaja Islam di Masjid-masjid setiap ranting” dengan majunya program tersebut, kemudian dimusyawarahkan oleh PCM Purwareja Klampok agar pengajian-pengajian remaja islam untuk berganti nama menjadi pemuda Muhammadiyah.

Tahun 1986, disahkan kepengurusan PCPM Purwareja Klampok. Pemuda Muhammadiyah berjalan lancar dan aktif, saat itu pertama kali diketuai oleh Sahudji, beberapa waktu kemudian, PCPM tetap aktif. Kemudian PCPM mendirikan AUM PSHW 1988, pemuda Muhammadiyah menunjuk ketua PSHW cabang yaitu saudara Suyanto. PSHW kala itu berjalan dengan baik.

PSHW mengadakan turnamen perdana pada tahun 90an, dan mendapatkan prediket terbaik meski masih “antar kampung.”

Sekitar 1987, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Purwareja Klampok, menyelenggarakan Darul Arqom pertamanya, hasil dari Darul Arqom tersebut, PM mengusulkan “untuk cabang Muhammadiyah membentuk Ortom IPM” ternyata dapat berdiri. IPM bisa mendirikan pelatihan-pelatihan karena kepanduan HW saat itu masih melebur dengan Pramuka.

Karena hasil seleksi menghasilkan kepercayaan karena prestasi untuk mengikuti jambore (Pandu) nasional di Cibubur (Jakarta), setiap lima tahun sekali.

Adapun kepengurusan PCM pada awal tahun 80an, ketua PCM Purwareja Klampok, Sekitar tahun 75an ketua pak Mujri, kemudian pada awal tahun 80an ketua digantikan oleh S Darto Sudirjo sampai dengan tahun 90an kemudian, Muhammadiyah terdapat pergantian ketua hasil musycab yaitu bapak Mistar Rahman Rudito. Setelah itu dilanjutkan Hardjono Bin Darto. Kemudian Pada tahun kemudian Kasiran setelah itu Sunarso.

Profil Sahudji.

Tahun : 13 Mei 1947

Tempat : Pingit, Rakit Banjarnegara.

Orang Tua : Pudjiati dan Adrongi Slamet.

Riwayat Pendidikan : Pagi di SD Negeri Pingit kemudian Sore di Madrasah Diniyah Muhammadiyah Pingit dengan guru (Adrongi Slamet), MTS Muhammadiyah, PGA Muhammadiyah (1234) dan diteruskan PGA Negeri (56).

Riwayat Kemuhammadiyahan

Kehidupan di lingkungan SI, namun ia mengaji dengan ketua cabang Muhammadiyah Rakit. Walaupun hidup di lingkungan SI ia tidak lantas menjadi pemuda muslim, namun ia memilih menjadi Pemuda Muhammadiyah. Dan menjadi ketua Pemuda Muhammadiyah Cabang Rakit tahun 1976, kemudian domisili berpindah di Purwareja Klampok sehingga tahun 1986 ia menjadi ketua PCPM di Purwareja Klampok, terpilih menjadi PCM Purwareja Klampok bagian wakaf dan kehartabendaan, kemudian musycab selanjutnya terpilih menjadi sekretaris Muhammadiyah sampai tahun 2011.

Sebelum tahun 2000an ia juga menjadi delegasi dalam pembangunan masjid Al Isro Sidodadi.

Saat menjadi sekretaris PCM menjadi delegasi ke PP Muhammadiyah untuk berjuang dalam usaha pengajuan bantuan pembangunan masjid, untuk SMP Muhammadiyah tahun 2000.

Baca Juga: Perkuat Syiar Dakwah, PCM Purwareja Klampok Resmi Kelola Masjid Jami’ Ummu Umar Nurul Hidayah

Pada tahun 2003, masjid PRM Muhammadiyah Glempang Mandiraja.Pengajuan tanah-tanah wakaf yang belum mengatasnamakan Muhammadiyah agar menjadi milik Muhammadiyah.

  1. Mad Ikhsan (Kalikidang) , untuk SD Muhammadiyah/Laboratorium SMP Muhammadiyah.
  2. Tanah wakaf untuk SD Muhammadiyah, dari Pak Mad Syarif dan keluarga.
  3. Ibrahim untuk SMP Muhammadiyah.
  4. Mad Suhadi Masjid Muhammadiyah di samping SMP.
  5. Klampok Pak Sastro, untuk Masjid Muhammadiyah Binangun dan GDM Purwareja Klampok saat ini.
  6. Pak Maksum untuk pembangunan masjid di Klampok.
  7. Kakek carik kalimandi, Pak Dul, untuk MI Muhammadiyah Kalimandi.
  8. Bapak Sumisro dan keluarga, untuk masjid An-Nuur Kalimandi.
  9. Pak Asma Kalimandi Kulon.
  10. Pak Kasidin untuk masjid Fastabiqul Khoirot.
  11. Ibu Sring/Slamet Desa Pagak untuk MI Muhammadiyah.
  12. Sukardi Pagak untuk BA dan MI Muhammadiyah.
  13. Rojikin untuk musala Pagak.
  14. Tanah milik Kasidin Mushola Legok Kecitran.
  15. Mad Kalisan untuk SD Muhammadiyah Kalilandak.
  16. Ardjo Supono Masjid Kalilandak.
  17. Kaliwinasuh, pak Sekhun masjid

Dengan usia yang sudah tak lagi muda, dirinya masih berjuang di jalan dakwah, untuk memberikan pengajian-pengajian di masjid-masjid di cabang Muhammadiyah lain, membantu mencarikan paket masjid di antaranya yang sudah berhasil:

  1. Desa Glempang, Karang Tunon.
  2. Masjid Glempang, Mertinggi.
  3. Glempang, Komplek SMKN Mandiraja.
  4. Kaliwungu, Larangan.
  5. Karangjati, Susukan.
  6. Pageralang Banyumas.
  7. Baleraksa Gelang, Rakit.

Serta turut andil dalam kegiatan dakwah, termasuk khotbah-khotbah Jumat seperti di Masjid Baitul Mukhsonah, Al Muttaqien Sidodadi, Al Isro, BLK Klampok, dan di waktu-waktu Idulfitri dan Iduladha di Susukan, Purwareja Klampok, Pingit Rakit, kemudian sebagian kecil daerah Banyumas.

Kontributor: Daffa

Editor: Dhimas

 

Mungkin Anda Suka