Penerapan Metode Nyanyian Sebagai Penunjang Pembelajaran Bahasa Inggris Untuk Siswa Kelas 4C SLB Mandiraja

Metode Deep Learning

Ditulis oleh PDNA Banjarnegara

31 July 2026

PENDAHULUAN

SLB (Sekolah Luar Biasa) merupakan fasilitas di mana dalam proses pembelajarannya membutuhkan perhatian ekstra, para siswa yang ada di sekolah ini merupakan siswa dengan kemampuan yang berbeda daripada siswa yang ada di sekolah umum lainnya.

Saat sekolah umum mulai mengajarkan membaca dan menulis sejak kelas 1 SD, maka di SLB, siswa kelas 4C justru masih belajar menebalkan tulisan. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri dalam kegiatan belajar mengajar, lantas bagaimana jika Mata Pelajaran Bahasa Inggris diajarkan kepada siswa kelas 4 SLB Mandiraja dengan beberapa ketunaan seperti Down Syndrom, Autis maupun Tunagrahita.

Tantangan mengajar untuk siswa disabilitas ini tentu tidak untuk dibiarkan begitu saja seperti kopi panas yang dingin dengan sendirinya, namun harus dicarikan strategi agar Para Siswa SLB mendapatkan hak-nya dalam memperoleh pembelajaran sesuai dengan kapasitasnya.

Convention on the Rights of Persons with Disabilities (CRPD) atau jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia menjadi “Konvensi Hak-Hak Penyandang Disabilitas”, telah secara tegas mengatakan bahwa pendidikan merupakan hak fundamental bagi siapapun. Sehingga sesulit apapun upaya dalam mengajarkan ilmu pengetahuan kepada siswa disabilitas, tentu saja tidak boleh membuat Guru atau Tenaga Pendidik mengabaikan pendidikan bagi para siswa, karena mengabaikan pendidikan mereka (siswa difabel) sama saja dengan melanggar prinsip kesetaraan.

Salah satu tantangan dalam mengajar siswa SLB adalah, keterbatasan kemampuan fokus para siswa saat pembelajaran berlangsung, misalnya saat siswa berhasil menuliskan sebuah kalimat, setelah itu mereka yang merasa berhasil tiba-tiba mendatangi temannya untuk mengganggu baik secara verbal ataupun fisik seperti menyenggol, menabok bahkan memukul. Hal tersebut yang tidak jarang membuat proses pembelajaran menjadi terganggu, meski demikian, proses pembelajaran harus tetap berlanjut, karena para siswa berkebutuhan khusus juga berhak atas ilmu pengetahuan serta keterampilan agar kelak mereka dapat berinteraksi dan berkontribusi dalam lingkungan sosialnya, bahkan tidak menutup kemungkinan mereka akan bekerja dan mendapatkan manfaat secara ekonomi sehingga mereka akan menjadi warga yang berdaulat atas kehidupannya.

SLB sebagai ruang belajar juga harus menjadi tempat yang nyaman untuk belajar, agar siswa disabilitas memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya. Di SLB  prinsip pembelajaran yang adil tidak harus dengan metode pengajaran yang sama seperti sekolah umum, tetapi setiap siswa di SLB berhak mendapatkan pendidikan sesuai dengan kapasitas kognitif, serta mendapatkan perlakuan sesuai dengan kebutuhannya.

Salah satu strategi yang saya coba untuk mengajar Mata Pelajaran Bahasa Inggris kepada siswa Kelas 4 SLB Mandiraja adalah metode menyanyi, di mana metode ini cukup ampuh dalam meningkatkan motivasi belajar, karena dengan menyanyi, suasana pembelajaran menjadi lebih menggembirakan, tentunya hal ini sesuai dengan salah satu prinsip Deep Learning yakni joyful learning (menggembirakan).

 

PEMBAHASAN

Mungkin timbul pertanyaan, mengapa menyanyi menjadi efektif dalam metode mengajar Bahasa Inggris untuk Siswa SLB, alih-alih metode klasikal seperti menulis di papan tulis lalu Guru memberikan ceramah hingga selesai bel berbunyi. Jika metode klasikal masih diterapkan tanpa adanya strategi pembelajaran yang tepat, bukan tidak mungkin para siswa akan asyik sendiri dengan aktifitasnya, seperti keluar kelas tanpa permisi lalu membeli jajan satu jam sekali.

Salah satu penelitian dari Siti Ma’ani yang berjudul Efektivitas Penggunaan Metode Bernyanyi Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas 3 di UPT SDN 34 Tulang Bawang Tengah” menunjukkan bahwa, metode menyanyi ternyata efektif digunakan sebagai upaya meningkatkan hasil belajar Matematika.

Riset di tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran di kelas membutuhkan sesuatu yang menyenangkan, bukan sesuatu yang menegangkan. Kelas yang menyenangkan justru akan membuat siswa menjadi lebih fokus dalam belajar dan terlibat aktif di kelas.

Sementara itu, aktifitas menyanyi juga merangsang berbagai hormon, seperti endorphin yang memberikan energi positif dan dopamine yang dianggap mampu memperbaiki mood belajar serta dan rasa gembira dalam menjalani aktifitas.

Tentu saja aktivitas menyanyi di dalam kelas tidak harus dilakukan seperti penyanyi profesional yang harus menguasai teknik bernyanyi, karena prinsip dari metode ini adalah belajar yang menyenangkan. Meski demikian, aktivitas menyanyi untuk proses pembelajaran juga tidak asal menyanyi, tetapi juga disesuaikan dengan materi pembelajaran, agar para siswa dapat belajar dengan perasaan yang gembira.

Kondisi Kelas 4 SLB Mandiraja

Saya bertindak sebagai wali kelas 4C SLB Mandiraja, di dalam kelas terdapat siswa dengan berbagai ketunaan, seperti tunagrahita, down syndrome dan autis, sebagian besar dari mereka belum lancar dalam menulis, bahkan masih ada di antara mereka yang berada di level menebalkan tulisan.

Sebagai seorang guru, tentu saja mengajar di kelas dengan murid berkebutuhan khusus membutuhkan strategi tersendiri agar pembelajaran bisa tetap berjalan meskipun suasana kelas tak selamanya kondusif karena terdapat beberapa siswa yang tidak bisa duduk dengan tenang walau hanya 10 menit.

Adegan seperti saling ledek antarsiswa, bahkan adegan saling mengganggu, adalah rutinitas yang saya lihat dengan mata kepala sendiri sejak saya menjadi guru di SLB hingga tulisan ini saya selesaikan.

Di antara berbagai metode mengajar, ternyata siswa yang saya ampu menunjukkan antusiasme paling positif saat saya mengajarkan materi dengan metode menyanyi atau lebih tepatnya me-lagukan materi pembelajaran. Saat materi pembelajaran di-lagukan, hal ini justru menarik minat siswa untuk turut aktif, seperti menyanyi bersama atau bertepuk tangan mengiringi lagu yang dinyanyikan secara bersama-sama.

Contoh Penerapan

Pembelajaran Bahasa Inggris dengan metode menyanyi menjadi salah satu cara agar para siswa disabilitas belajar pengucapan (pronoun) tanpa takut salah, salah satu lagu yang saya gunakan melodinya adalah lagu “Are You Sleeping, Brother John?”. Lagu ini termasuk lagu populer yang sering digunakan oleh Para Guru Bahasa Inggris karena dinilai memiliki struktur nada berulang, irama dan rima yang mudah diingat.

Berikut ini adalah lirik aslinya:

Are you sleeping, are you sleeping

Brother John, brother John

Morning bells is ringing, morning bells is ringing

Ding dong ding, ding dong ding.

Lirik sederhana ini seakan sudah menjadi lagu wajib bagi para guru bahasa saat mengajar bahasa Inggris untuk siswa yang ada di sekolah dasar. Melodi lagu yang mudah diingat ini menjadi alasan bagi saya untuk mengajarkan materi Bahasa Inggris kepada para siswa disabilitas yang saya ampu di kelas 4C.

Contoh lirik

Open buka, open buka (gerakan ciluk ba)

Close tutup, close tutup (gerakan ciluk ba menutup muka)

Stand up berdiri, stand up berdiri (gerakan berdiri dari kursi)

Sit Down duduk, Sit Down duduk (gerakan duduk setelah berdiri)

Alih-alih menuliskan di papan tulis dengan kalimat “Open = Buka, Close = Tutup, Stand Up = Berdiri, Sit Down = Duduk” tentu saja kalimat tersebut hanya akan membuat siswa menjadi jenuh sembari berkata “Bu Guru, MBG sudah datang belum?”

Dengan metode menyanyi, para siswa akan dengan aktif mengikuti lagu yang dipandu oleh saya sebagai Guru, tidak hanya menyanyi, Guru juga harus aktif bergerak sehingga para siswa mengetahui apa arti dari kata (open, close, stand up dan sit down).

Melodi serupa juga bisa digunakan untuk frase berbeda, misalnya.

Walking jalan, walking jalan (gerakan jalan di tempat)

Runing lari, running lari (gerakan lari di tempat)

Jumping melompat, jumping melompat (gerakan lompat ke atas)

Swimming berenang, Swimming berenang. (gerakan tangan seperti gaya dada)

Lirik di atas masih menggunakan melodi yang sama dan bisa digunakan sebagai ice breaking sekaligus metode pembelajaran bagi para siswa. Menyanyikan lagu tersebut juga akan lebih menggembirakan apabila diikuti dengan gerakan, seperti jalan di tempat, lari di tempat, melompat dan gerakan tangan yang aktif.

Aktifitas menyanyi aktif dengan gerakan terbukti membuat siswa menjadi lebih fokus dan lebih mudah menyerap materi pembelajaran. Tentu saja aktifitas ini bisa digunakan dengan lagu yang lain, dengan catatan lagu tersebut merupakan lagu dengan ritme dan melodi yang mudah diingat.

Efektifitas metode menyanyi sebagai implementasi dari strategi deep learning tentu bukan tanpa alasan. Karena dalam lagu yang dinyanyikan, terdapat ritme dan pengulangan bunyi yang membantu siswa berkebutuhan khusus mampu mengingat informasi berupa materi pelajaran.

Di sisi lain, menyanyi juga menjadi aktifitas yang membuat para siswa lebih mudah dalam memahami pembelajaran, hal ini dikarenakan, menyanyi adalah aktifitas yang menyenangkan daripada hanya sekadar ceramah klasikal yang cenderung membebani para siswa berkebutuhan khusus. Dalam mempelajari sesuatu.

Dalam menyanyikan lagu untuk pembelajaran, tentu tidak hanya dilafalkan di bibir, tetapi juga dibarengi dengan mimik wajah yang sesuai. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa menyanyi adalah bentuk ekspresi yang unik, sehingga anak akan bergembira dan antusias selama mengikuti pembelajaran di dalam kelas.

Hasilnya, meski siswa belum lancar dalam menuliskan kata Open dan Close, siswa bisa memahami dan mengetahui bahwa Open artinya buka dan Close artinya tutup.

 PENUTUP

Di era kini, pendidik harus berani mengkaji kebutuhan anak demi keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Hal inilah yang nantinya akan membuat Guru menemukan metode pengajaran yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan para siswa.

Guru yang baik tidak hanya seorang Guru bergelar Sarjana, tetapi juga Guru yang mampu menentukan strategi belajar dan teknik pembelajaran yang paling efektif dan sesuai dengan karakter peserta didik

Kesimpulan

Bagi seorang guru di SLB Mandiraja yang mengampu murid berkebutuhan khusus, penentuan strategi pembelajaran adalah hal yang sangat penting. Hal ini bertujuan demi menjaga kondusivitas ruang belajar yang aman serta memicu motivasi siswa untuk tetap antusias dalam aktivitas belajar-mengajar.

Metode menyanyi dalam proses pembelajaran adalah salah satu metode yang efektif dalam menjaga kondusifitas peserta didik dalam kegiatan belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris, di mana para siswa dituntut untuk dapat memahami serta mengetahui arti dari kosa kata bahasa inggris, namun karena masih ada siswa yang sulit membaca dan menulis, maka metode menyanyi atau me-lagukan materi pembelajaran adalah hal yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terkait dengan materi Bahasa Inggris.

Saran

Mengajar untuk siswa disabilitas atau siswa berkebutuhan khusus merupakan tantangan tersendiri, di mana Guru tidak hanya bertindak sebagai pengajar tetapi juga mitra belajar yang mampu memahami kondisi murid agar dapat menentukan strategi belajar yang efektif untuk para siswa.

Guru juga harus bertindak sebagai inovator, di mana guru tidak hanya datang mengajar lalu absen pulang, tetapi juga berani mencoba strategi pembelajaran demi proses pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan.

 

Kontributor: Fitri Rahayu ( Angggota PCNA Mandiraja)

 

 

 

Mungkin Anda Suka

Belajar dari Manusia Purba

Belajar dari Manusia Purba

Kemajuan zaman memang membawa banyak kemudahan. Namun, kemudahan tidak selalu membuat manusia lebih sehat, lebih kuat,...