TURBA PDM Banjarnegara: Perkuat Silaturahmi dan Upaya Percepatan Digitalisasi Muhammadiyah

TURBA PDM Banjarnegara

Ditulis oleh LayarMu

31 May 2026

Pejawaran – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara menggelar kegiatan Turba (Turun ke Bawah) dan Pendampingan Digitalisasi Muhammadiyah di Masjid Mujahidin Tlodas, Kecamatan Pejawaran, Ahad (31/5/2026). Kegiatan ini mempertemukan empat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), yaitu PCM Pejawaran, PCM Pagentan, PCM Sumberejo, dan PCM Batur, bersama unsur organisasi otonom, majelis, lembaga, serta pimpinan ranting Muhammadiyah.

Sekitar 70 peserta hadir mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB. Acara diawali dengan pembukaan, tilawah Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Sang Surya, sambutan tuan rumah, pembinaan dari PDM Banjarnegara, presentasi program kerja cabang, hingga sosialisasi dan pendampingan digitalisasi Muhammadiyah melalui platform SatuMu.

Ketua PCM Pejawaran, Budi Sampoerna, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta Turba. Ia mengapresiasi kehadiran pimpinan cabang, organisasi otonom, dan ranting yang telah meluangkan waktu untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah, koordinasi, dan sinergi antar cabang dalam menggerakkan dakwah Muhammadiyah di wilayah pegunungan Banjarnegara,” ujarnya.

Turba kali ini bertujuan mempererat silaturahmi dan mendekatkan hati antar Pimpinan Muhammadiyah di tingkat cabang, organisasi otonom, dan ranting. Agenda ini juga menjadi sarana untuk memastikan realisasi program kerja di masing-masing cabang sekaligus mengumpulkan data yang dibutuhkan dalam rangka percepatan digitalisasi Muhammadiyah.

Dalam sesi pembinaan, Wahyudin selaku Sekretaris PDM Banjarnegara, menegaskan pentingnya pengelolaan organisasi Muhammadiyah dengan prinsip MPM (Maju, Profesional, dan Modern).

“Muhammadiyah harus dikelola secara maju, profesional, dan modern. Tata kelola organisasi yang baik, administrasi yang tertib, serta pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan agar Muhammadiyah mampu menjawab tantangan zaman dan memberikan pelayanan terbaik kepada umat,” tegasnya.

Sementara itu, Widyasmara menyoroti pentingnya pengelolaan organisasi berbasis data. Menurutnya, data yang akurat dan mutakhir menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan dan pengembangan organisasi.

“Data sangat penting bagi Muhammadiyah. Dengan data yang lengkap dan valid, organisasi dapat memetakan potensi, menyusun program yang tepat sasaran, serta mengukur perkembangan Muhammadiyah secara lebih objektif dan terarah,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, masing-masing cabang mempresentasikan realisasi program kerja, capaian unggulan, serta berbagai hambatan yang dihadapi di lapangan. Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antar cabang sehingga dapat saling menguatkan dan mencari solusi bersama atas berbagai tantangan yang dihadapi.

Dalam evaluasi kehadiran, PDM Banjarnegara mengapresiasi PCM Pejawaran dan PCM Pagentan yang telah menghadirkan unsur organisasi otonom dan ranting secara lebih lengkap. Sementara itu, cabang lainnya diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan seluruh unsur persyarikatan pada kegiatan-kegiatan berikutnya agar proses pembinaan dan konsolidasi organisasi dapat berjalan lebih optimal.

Setelah sesi presentasi selesai, PDM Banjarnegara memberikan penguatan terkait strategi pengembangan organisasi di tingkat cabang dan ranting. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi serta pendampingan penggunaan aplikasi dan sistem digital Muhammadiyah (SatuMu) yang dipandu oleh tim staf PDM Banjarnegara bersama unsur majelis dan lembaga.

Melalui program digitalisasi ini, seluruh data organisasi, amal usaha, pimpinan, anggota, kader, organisasi otonom, serta aktivitas Muhammadiyah diharapkan dapat terdokumentasi dan terinput dengan baik. PDM Banjarnegara juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada cabang dan ranting yang masih mengalami kendala dalam proses input data.

Pendampingan tidak hanya dilakukan pada tingkat distrik, tetapi juga akan menjangkau langsung cabang dan ranting agar seluruh data Muhammadiyah di Kabupaten Banjarnegara dapat terintegrasi secara optimal.

Baca Juga: Re-Ideologisasi dan Penguatan Kader melalui Baitul Arqom PDM Banjarnegara 2026

Dengan terselenggaranya Turba dan Pendampingan Digitalisasi Muhammadiyah ini, diharapkan  sinergi yang semakin kuat antar unsur persyarikatan akan terus terbangun, kualitas tata kelola organisasi yang meningkat, serta terwujudnya transformasi digital Muhammadiyah yang lebih cepat, tertib, dan berkelanjutan di Kabupaten Banjarnegara.

 

Kontributor: Staff PDM Banjarnegara

Editor: Dhimas

 

Mungkin Anda Suka