MPK SDI PDM Banjarnegara menyelenggarakan Pelatihan Instruktur pada 27–28 Februari 2026 hingga 1 Maret 2026 bertempat di Mertasari, Purwanegara, Banjarnegara. Kegiatan ini menghadirkan tim instruktur dari MPK SDI PWM Jawa Tengah dengan mengusung tema “Meneguhkan Ideologi, Mencetak Instruktur Unggul dan Adaptif.”
Pelatihan tersebut diikuti oleh 32 peserta yang merupakan utusan dari 13 cabang dari total 26 cabang Muhammadiyah se-Banjarnegara. Kegiatan ini juga melibatkan unsur Organisasi Otonom (ORTOM) tingkat daerah, yakni PDA Banjarnegara, PDNA Banjarnegara, PDPM Banjarnegara, PD IPM Banjarnegara, serta PD Tapak Suci Putera Muhammadiyah Banjarnegara.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan materi tentang Penguatan Ideologi Muhammadiyah, Sistem Pengkaderan, Strategi Kepelatihan, Teknik Fasilitasi, serta praktik micro teaching. Materi disampaikan secara interaktif guna membentuk instruktur yang memiliki kapasitas ideologis kuat sekaligus adaptif terhadap dinamika organisasi dan tantangan zaman.
Di sela-sela pelatihan, Gus Zuhron selaku instruktur dari MPK SDI PWM Jawa Tengah menegaskan pentingnya memahami dan menguasai Sistem Pengkaderan Muhammadiyah (SPM). Ia menekankan bahwa kader yang benar-benar kader harus memahami secara utuh sistem pengkaderan Muhammadiyah sebagai fondasi dalam menjalankan proses kaderisasi di tingkat cabang maupun ranting.
“Instruktur harus paham SPM, karena dari situlah arah dan pola kaderisasi Muhammadiyah dibangun. Tanpa pemahaman yang benar, proses pengkaderan tidak akan berjalan sesuai dengan manhaj persyarikatan,” tegasnya.
Dalam sambutan penutupan, Ketua Majelis MPK SDI PDM Banjarnegara, Faeshol, berharap agar seluruh ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti pada kegiatan ini saja. Ia menekankan agar para peserta mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dalam kegiatan Baitul Arqom di ranting-ranting yang ada di seluruh cabang Muhammadiyah.
“Keilmuan yang telah didapat hendaknya benar-benar dipraktikkan. Jadikan Baitul Arqom di ranting-ranting sebagai ruang implementasi, sehingga kaderisasi Muhammadiyah di Banjarnegara semakin kuat dan berkemajuan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, MPK SDI PDM Banjarnegara berharap lahir instruktur-instruktur yang unggul, adaptif, dan ideologis, yang siap menjadi penggerak utama penguatan kaderisasi Muhammadiyah di seluruh cabang dan ranting.
Kontributor: Mister Kismadi, SE (MPI Cabang Kalibening Banjarnegara Jawa Tengah)
Editor: Dhimas



