Purwareja Klampok-Ahad (11/1), Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Purwareja Klampok mengadakan Pengajian Ahad Manis yang bertempat di SMP Muhammadiyah Purwareja Klampok. Pada cara ini, beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Pendidikan PCM Purwareja Klampok menampilkan kebolehan siswa-siswi mereka. BA ‘Aisyiyah menampilkan hafalan Surah pendek, hadits dan menampilkan puisi yang berjudul ‘Ibu”. SD Muhammadiyah Purwareja menampilkan lantunan Asmaul Husna, sifat-sifat wajib Allah, dan Penampilan Semaphore. Kegiatan Pra-acara ditutup oleh penampilan Tari Kreasi oleh siswa SMP Muhammadiyah Purwareja Klampok.
Pengajian Ahad Manis kali ini mengundang Ustaz Drs. H. Ahmad Kifni. Beliau merupakan seorang tokoh agama dan pendidikan di wilayah Banyumas, Jawa Tengah, yang dikenal sebagai Wakil Ketua MUI Kabupaten Banyumas dan pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dalam ceramahnya, Ustaz Ahmad Kifni menyampaikan tentang cirikhas pergerakan Muhammadiyah dalam berdakwah.
Muhammadiyah dalam pergerakan dakwahnya berpijak dengan 7 hal. Tujuh hal tersebut menjadi cirikhas Muhammadiyah dalam berdakwah. Pertama, Muhammadiyah dalam berdakwah senantiasa mempertemukan kemashlahatan dunia dan akhirat. Dalam hal ini, beliau Ustaz Ahmad Kifni mengatakan bahwa Muhammadiyah menerapkan Q.S Al Qashas ayat 77.
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.”
Beliau menambahkan, “Muhammadiyah bukan aliran dunia saja atau akhirat saja, namun keduanya”. “Hal ini terlihat pada setiap kegiatannya yang membawa kemashlahatan keduanya”, pungkas beliau.
Ciri khas kedua adalah cinta Persaudaraan, senang paseduluran. “Siapa sedulurnya Muhammadiyah?” tanya Drs. H. Ahmad Kifni kepada para jama’ah. “NU, LDII, Al Irsyad, dan lainnya sedulur Muhammadiyah yang berjuang di ranahnya masing-masing” jelas beliau.
Jadi Muhamadiyah senang dengan paseduluran/persaudaraan. “Banyak warga muhammadiyah menikah dengan warga ormas lainnya dan itu boleh-boleh saja, namun Muhammadiyah tegas, nikah beda agama haram” tegas beliau.
Ustaz Ahmad Kifni menjelaskan bahwa Muhammadiyah tidak pernah mengatakan atau berfatwa semua agama itu sama, jika terdapat muslim berpendapat seperti itu, maka perlu syahadat lagi. Berfanatik kepada agama dalam hal kebaikan dengan itu harus. Jika masalah beda agama, maka kita saudara sebangsa setanah air. A gree in this agreement.
Ciri khas Muhammadiyah dalam pergerakan dakwahnya yang ketiga berkemajuan. Pada kenyataannya, kemajuan Muhammadiyah mulai dilirik Pemerintah. Hal ini terlihat dari jumlah perguruan tinggi Muhammadiyah lebih banyak dibandingkan Perguruan Tinggi Negeri.
Sifat bertangungjawab yang ditanamkan dalam dakwah menjadi cirikhas Muhammadiyah keempat. “Jika kita ingat, Cabang Muhammadiyah Purwareja Klampok tahun 70an masih sedikit jama’ahnya, namun sekarang jamaah sudah banyak dan memenuhi pengajian ini” kenang Ustaz Ahmad Kifni kepada para jama’ah. Muhammadiyah bukan partai dan tidak akan menjadi partai, namun konsisten dalam keadilan. “Makanya jika ada warga Muhammadiyah menjadi pejabat, jangan dijauhi namun didekati. Muhammadiyah dimanapun kamu berada, kapanpun dimanapun, tampilkan prestasi dan tanggungjawab.” terang beliau
Muhammadiyah dalam dakwahnya memperhatikan kepentingan anggota dan kesejahteraan masyarakat. Cirikhas kelima ini menjadikan Muhammdiyah sebagai ormas yang mendorong agar Masjid menjadi makmur dan memakmurkan. Makmur masjinya dan makmur jamaahnya.
Keenam adalah Menyenangkan dan menggembirakan. Gawe seneng. Orang muhammadiyah jika ada pengajian membawa kebahagiaan, hatinya tenang. Pada cirikhas ini, beliau menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW ketika memanggil ibunda’Aisyiyah dengan Humairah.
“Hal ini menjadi bukti bahwa Rosulullah SAW senang membahagiakan orang lain, ini teladan bagi kita, Muhammdiyah, bahwa dakwah itu membawa kebahagiaan, menyenangkan, dan menggembirakan.
Kesetaraan menjadi ciri khas terakhir Muhammadiyah dalam pergerakan dakwahnya. Setara sederajat. Dalam penjelasannya, Ustaz Ahmad Kifni mengatakan bahwa kita boleh menghormati penceramah, namun jangan sampai merasa lebih rendah.
Beliau juga menanggapi isu terkini perihal kritikan salah satu publik figur kepada Muhammadiyah. Dalam hal ini, beliau berpendapat bahwa jika ada kritik sedikit, Muhammdiyah jangan sampai mutung. “Muhammadiyah itu biasa dikritik dan tidak ada yang namanya Angkatan Muda Muhammadiyah, yang ada ortom yang sudah diatur” jelas belaiu. “Jika ada organisasi Angkatan Muda Muhammadiyah, maka seharusnya ada Angkatan Tua Muhammadiyah” pungkas beliau.
Pada akhir ceramahnya, Ahmad Kifni mengatakan bahwa PCM Purwareja Klampok mengalami kemajuan.”Kemajuan yang terlihat pada PCM patut ditingkatkan dan dikembangkan” pesan beliau kepada PCM Purwareja Klampok dan para warga Muhammadiyah yang hadir pada acara tersebut.
Kontributor: Ngudi
Editor: Dhimas



