Sabtu, 22 Februari 2025, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara dan LAZISMu Banjarnegara menggelar Tabligh Akbar bertajuk “Ramadan Dinanti, Menyongsong Berkah Illahi”. Bertempat di Alun-Alun Banjarnegara, tampak lebih dari 3000 jamaah Muhammadiyah Hadir menyemarakkan acara tersebut.
Dalam acara tersebut, hadir sebagai pembicara utama yakni Ustaz Dr. H. A. Hasan Asyar’i Ulama’i yang merupakan Wakil Ketua Pembina LAZISMu PWM Jawa Tengah.
Alumni Program Doktoral UIN Jakarta tersebut menuturkan, bahwasanya kader Muhammadiyah harus menyambut Ramadan selayaknya menyambut kedatangan Saudara.
“Anggep Romadhon kui sedulure dewe,” Papar Ustaz Hasan dengan Bahasa Jawa.
Ia juga menjelaskan bahwa saat Ramadan tiba, Pintu Surga akan dibuka lebar karena banyak yang mengantri, sedangkan Pintu Neraka akan ditutup rapat karena tidak ada yang mengantri.
“Waktu puasa, Setan itu dibelenggu. Makanya ketika ada orang yang ngajak untuk rasan-rasan, kita bisa bilang ‘jangan sekarang, sedang puasa’” ujarnya.
Ramadan adalah momen di mana kita sebagai manusia harus bisa mengendalikan diri, hal inilah yang membedakan manusia dengan hewan, karena Hewan tidak pernah berpuasa. Sedangkan manusia dilatih untuk mengendalikan nafsu.
Dalam kesempatan wawancara, beliau juga mengatakan bahwa orang tua juga perlu mengajak/melatih anaknya puasa meski anaknya belum masuk di tahap mumayyiz (bisa membedakan yang baik dan buruk).
“Ajari anak untuk berpuasa, kalau nanti bolong waktu beduh, yo ndak apa-apa,” jawabnya saat sesi wawancara.
“Orangtua harus membina anaknya dalam proses beribadah, jika saat ini anaknya masih bolong-bolong puasanya, orang tua perlu memotivasi sang anak agar ramadan tahun depan harus lebih ditingkatkan lagi, nanti jika sudah sampai pada tahun ketiga, orang tua bisa menerapkan sanksi.
Selain ajakan untuk menyambut Ramadan layaknya saudara sendiri, Ustaz Hasan juga mengajak kepada para jamaah untuk tidak lalai dalam berzakat maupun bersedekah.
“Zakat 2.5% itu akan menjadi penyelamat kita di yaumil akhir.” terang Ustaz Hasan.
Ia juga menekankan, bahwa setiap rezeki dari Allah , ada hak-hak orang miskin. Karena Ramadan juga menjadi ajang untuk saling berbagi.