Semarang-Suasana kampus Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) tampak berbeda pada Ahad (11/1/2026). Sejak pagi hari, puluhan mahasiswa Sekolah Tabligh asal Banjarnegara telah memadati lokasi dengan semangat yang meluap. Mereka hadir untuk mengikuti prosesi Wisuda Sekolah Tabligh yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.
Sembari menunggu acara dimulai, para peserta dari Banjarnegara sempat mencuri perhatian dengan meneriakkan yel-yel penyemangat secara serempak. “Sekolah Tabligh Banjarnegara! Mencerahkan, Menggerakkan, dan Menggembirakan, Allahu Akbar!” seru mereka, menciptakan suasana hangat dan penuh optimisme di tengah peserta wisuda lainnya.
Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah, Dr. Ali Trigiyatno, M.Ag., dalam laporannya menyampaikan bahwa sekolah ini merupakan wahana pendidikan dan pengkaderan mubaligh Muhammadiyah untuk menjawab tantangan zaman.
“Dakwah adalah kewajiban setiap muslim. Namun, agar berjalan baik, mubaligh harus dibekali keilmuan dan metodologi yang tepat, terutama kemampuan digital yang sangat krusial di era saat ini,” ujarnya.
Wisuda kali ini diikuti oleh perwakilan dari enam kabupaten, yakni Banjarnegara, Purbalingga, Klaten, Grobogan, Kudus, dan Jepara. Wisudawan dinyatakan lulus setelah menyelesaikan pembelajaran intensif yang menggabungkan teori mendalam dan praktik dakwah nyata di lapangan.
Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., berpesan agar para wisudawan tidak kaku dalam berdakwah. Beliau menekankan pentingnya memahami karakter dan kultur masyarakat setempat agar pesan agama dapat diterima secara efektif dan efisien.
Hal senada ditegaskan oleh Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr. Agus Taufiqurrahman, M.Kes., Sp.S. Dalam arahannya, beliau berharap para mubaligh baru ini menjadi agen perubahan.
“Diharapkan para mubaligh ini nantinya dapat memberikan solusi atas problem umat yang semakin kompleks dengan membawa paham Islam Berkemajuan,” tegasnya.
Momen bersejarah juga tercipta dengan dikukuhkannya Korp Mubaligh Muhammadiyah Jawa Tengah. Wadah ini diproyeksikan sebagai pusat pembinaan berkelanjutan agar kualitas kader mubaligh tetap terjaga setelah lulus.
Rektor UNIMUS, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada UNIMUS. Beliau menegaskan bahwa UNIMUS siap mengemban amanah sebagai pusat kampus kaderisasi mubaligh Muhammadiyah di masa depan.
Acara yang berlangsung khidmat ini diawali dengan prosesi pembukaan dan diakhiri dengan komitmen bersama para mubaligh untuk langsung terjun mengabdi di daerah masing-masing.
Kontributor: Agus Priyadi
Editor: Dhimas



