Sekretariat PDM Banjarnegara Bersama Sekretariat PWM Jateng Gelar Pelatihan Manajemen Reputasi Digital: Kuatkan Citra Muhammadiyah Berbasis Nilai dan Kinerja

pwm jateng

Ditulis oleh PCM Kalibening

8 December 2025

​BANJARNEGARA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara menyelenggarakan pelatihan bertema “Manajemen Reputasi Digital Organisasi PDM Banjarnegara: Membangun Reputasi Muhammadiyah Berbasis Nilai dan Kinerja.” Pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat citra dan pengaruh Muhammadiyah di ranah digital, serta menyamakan persepsi di tingkat sekretariat.
​Sekretaris PDM Banjarnegara, Bapak Wahyudin, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya inisiatif ini. Beliau menekankan bahwa upaya kolektif ini adalah untuk mengokohkan identitas bahwa Muhammadiyah adalah gerakan Islam yang berkemajuan.
​”Muhammadiyah harus berkemajuan. Kita harus mengakui bahwa dalam menarik perhatian orang-orang Islam untuk bergabung dengan Muhammadiyah, kita masih tertinggal jauh dengan organisasi yang lain,” ujar Bapak Wahyudin.​Beliau menambahkan bahwa reputasi yang baik akan terbangun jika masyarakat umum yang menilai berdasarkan kinerja nyata. “Biar dia yang menilai kita,” tegasnya.

​Semangat Implementasi Keputusan Muktamar

​Dalam pertemuan tersebut, dibahas pula mengenai pentingnya implementasi dan semangat menjalankan keputusan-keputusan Muktamar. Bapak Wahyudin memotivasi para peserta agar tetap semangat, sebab sudah ada capaian yang dilaksanakan, dengan pemateri yang didatangkan langsung dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM).
​Pelatihan ini juga menyoroti target sosialisasi yang harus dikejar, yaitu hingga ke 13 PDM sebelum tanggal 31 Desember 2025. Waktu ideal sosialisasi di tingkat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) adalah 2 jam, di Pimpinan Pusat (PP) 3 hari, dan di PWM 1 jam.

​Tantangan Teori dan Praktik

​Pelatihan ini juga menyentuh aspek kesenjangan antara teori dan praktik. “Teori baik, praktik baik, itu ada ruang antara. Kalau tidak akan muncul paradoks,” jelas salah satu poin materi. Hal ini dikaitkan dengan hasil penelitian yang menunjukkan paradoks, di mana ketika tingkat keberagamaan dan nilai warga semakin tinggi, tingkat korupsi juga semakin tinggi.
​Poin penting yang disampaikan adalah mengenai korelasi antara iman dan praktik. Iman (7-8) harus menjadi pengisi untuk menghasilkan praktik yang baik. “Itulah iman, itulah komitmen,” yang kemudian diwujudkan melalui amal, termasuk zakat, infak, dan sedekah. Disoroti pula bahwa sering terjadi kontradiksi di lapangan, seperti sikap “Owel (pelit)” dalam berzakat (Rukun Islam ke-3), namun antusias mendaftar haji (Rukun Islam ke-5).

Baca Juga: Jas Merah! Pelajar Muhammadiyah dan TNI Kalibening Banjarnegara Bersihkan Bukti Sejarah

​Penataan Ulang dan Arah Masa Depan

​PDM Banjarnegara menekankan perlunya penataan ulang dalam tubuh Muhammadiyah. “Muhammadiyah harus ditata kembali. Kita sekolah dimahalkan laku,” menunjukkan perlunya pembaruan pola masa depan dan kualitas layanan pendidikan.
​Pentingnya perbaikan moral dan kesejahteraan juga disinggung. “Moral full-timer digaji layak” menjadi salah satu saran untuk menjamin kualitas kader. Selain itu, berdasarkan hasil audit, muncul saran agar amal usaha digabungkan dengan Lazismu untuk efektivitas pengelolaan.
​Pada akhirnya, segala upaya harus sesuai dengan Brand ID dari Muhammadiyah itu sendiri, memastikan setiap langkah yang diambil menguatkan citra Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan yang berbasis nilai dan kinerja nyata.

Kontributor: Mister Kismadi (MPI PCM Kalibening)

Editor: Dhimas

Mungkin Anda Suka