Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara
Jl. K.H. Ahmad Dahlan No.8, Banjarnegara, Jawa Tengah 53418

Ribuan Warga Di Kaki Gunung Ragajambangan Menjadi Saksi Pengukuhan PRM Piasa

Wanayasa – Ribuan warga persyarikatan Ranting Muhammadiyah Piasa Cabang Wanayasa berduyun-duyun mengikuti tausyiah Pencerahan Ustaz Wahyudin, S.Ag., M.SI, (Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara) di Kompleks Islamic Centre Muhammadiyah Piasa, Cabang Wanayasa, Banjarnegara, Jumat (10/11).

Di samping itu juga dilakukan prosesi pengukuhaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Piasa dipandu oleh Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wanayasa, Rokhmani, S.Pd. Sedangkan pengukuhan Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah dilakukan oleh Wiwin Budiastuti mewakili Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah Wanayasa. Jumat (10/11/2023).

Wahyudin menyampaikan bahwa bermuhammadiyah itu menggembirakan. “Saya tadi datang lebih awal. Melihat ibu-ibu berpakaian hijau, berkerudung kuning berduyun-duyun datang ke tempat ini. Sungguh pemandangan yang menyenangkan.” kata Wahyudin mengawali tausyiahnya.

Lebih lanjut dikatakan Wahyudin, Ranting Piasa meskipun lokasinya berada di kaki Gunung Ragajemban tetapi semangat ber-Muhammadiyahnya luar biasa. Melalui KL Lazismu, berbagai kegiatan sosial dan pembangunan kantor dapat dilakukan. “Saya tantang pembangunan gedung Islamic Center ini dapat segera diselesaikan dan ukurannya bila perlu diperlukan sampai sini.” Sambil menunjuk ke arah halaman gedung.

Pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Piasa Cabang Wanayasa Banjarnegara ini terasa seperti acara tingkat cabang karena dihadiri banyak jamaah, Forkompincam, PCM, PCA, dan tamu undangan lainnya.

Pada kesempatan kali ini, Camat Wanayasa Sri Wahyuni, SE hadir langsung guna menyemarakkan acara. Dalam sambutannya, Sri mengajak kepada para jamaah agar membantu tugas pemerintah khususnya terkait pernikahan dini. Dirinya mewanti-wanti agar anak-anak dipastikan bisa sekolah hingga tingkat SMA. Sebab, tingkat pernikahan dini dan angka perceraian di Kecamatan Wanayasa tergolong tinggi. Hal ini antara lain dipicu oleh tingginya angka putus sekolah terutama yang menempuh pendidikan di pondok pesantren.

Bu Camat menegaskan agar tidak ada anak yang putus sekolah dan mewanti-wanti untuk tidak melakukan pernikahan dini.

“Pastikan anak yang mondok benar-benar mondok sampai selesai!” tegasnya.

Penulis : Rokhmani

Editor : Afthon & Dhimas

Share the Post:
Related Posts
Skip to content