BANJARNEGARA – KSPPS Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Banjarnegara sukses menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 pada Senin, 28 Maret 2026. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini menjadi momentum strategis bagi pengurus dan anggota untuk mengevaluasi kinerja sekaligus merumuskan langkah ke depan dalam memperkuat tata kelola koperasi berbasis syariah.
Ketua Pengurus BTM Banjarnegara, Aman Budiono, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan program yang telah berjalan baik serta melakukan pembenahan pada aspek-aspek yang masih memerlukan perbaikan. Ia juga menyoroti upaya penguatan permodalan melalui koordinasi dengan dinas terkait agar kinerja koperasi semakin optimal.
Dari sisi regulasi, perwakilan Dinas Koperasi UKM Kabupaten Banjarnegara, Adi Cahyo Purwo Saputro, MM, menyampaikan bahwa BTM Banjarnegara kini berada dalam pengawasan Dinas Koperasi Provinsi Jawa Tengah. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi koperasi untuk melakukan rekrutmen anggota di luar wilayah Banjarnegara, seiring dengan jangkauan legalitas yang telah meningkat ke tingkat provinsi.
Sementara itu, perwakilan Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Tengah, Eko Pristiawan, SE, memberikan evaluasi terkait laporan KKPK yang meliputi empat aspek utama, yaitu tata kelola, profil risiko, kinerja keuangan, dan permodalan. Ia menegaskan perlunya peningkatan kualitas manajemen internal, penguatan mitigasi risiko, serta evaluasi kesehatan arus kas dan pendapatan.
Pada aspek permodalan, disampaikan bahwa capaian ekuitas BTM Banjarnegara saat ini baru mencapai 5,2 persen dari target 30 persen. Untuk mengejar target tersebut, disarankan agar simpanan anggota dikategorikan sebagai simpanan wajib atau simpanan wajib khusus. Selain itu, penting juga dilakukan uji kelayakan dan validasi data anggota guna memastikan keaktifan seluruh anggota yang terdaftar.
Penguatan nilai ideologis juga menjadi perhatian dalam RAT ini. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara yang diwakili, Drs. H.M. Farid Ma’ruf, beliau mengingatkan bahwa setiap perubahan regulasi tentu membawa konsekuensi yang harus disikapi dengan bijak. Ia berharap anggota terus memberikan masukan konstruktif serta meminta dukungan berkelanjutan dari dinas provinsi.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Sumarno, M.Pd dari BTM Jawa Tengah menegaskan bahwa BTM merupakan bagian dari gerakan Muhammadiyah, sehingga seluruh aktivitasnya harus berlandaskan prinsip-prinsip syariah. Nilai-nilai tersebut harus menjadi pijakan utama dalam setiap transaksi dan pengambilan keputusan.
BTM Harus Proaktif Memberikan Edukasi Tentang Transaksi Syariah
Dalam sesi tanya jawab, sejumlah aspirasi disampaikan oleh anggota, salah satunya Hidayanto yang menyoroti pentingnya edukasi ekonomi syariah kepada masyarakat. Ia berharap BTM lebih aktif turun ke tengah masyarakat untuk memberikan pemahaman agar praktik transaksi syariah semakin dikenal dan diterapkan secara luas.
Baca Juga : Siap Berkhidmat Melayani Umat, Gedung Pusat KSPPS BTM Banjarnegara Telah Diresmikan
Kegiatan RAT ini ditutup dengan komitmen bersama bahwa koperasi bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan ekonomi yang bertujuan menyejahterakan umat melalui proses yang demokratis, transparan, dan berlandaskan nilai-nilai syariah.
Kontributor: Mister Kismadi, SE (MPI PCM Kalibening)
Editor: Dhimas



