Leher Kaku Penguasa

Ditulis oleh PCM Purwareja-Klampok

3 December 2025

Di balik ruangan kedap suara, sang Tuan jabat menandatangani secarik kertas dengan pena tamaknya
‎Ia tersenyum lalu berkhayal tentang komisi yang ia dapat lusa nanti,

‎Sementara di luar sana, Tuan rakyat menangis pilu sembari berharap akan kesejahteraan, namun selalu saja berakhir sia-sia.

‎Bunyi cangkul bersahutan di ladang, para Tuan tani berkata “Ya Allah semoga jerih payah kami berbuah manis”
‎Namun nyatanya, para petani dan buruh tani hanya bisa gigit jari, karena mereka tak mampu membeli pupuk dan popok untuk anak mereka.

‎Anak petani menangis karena minta susu
‎Para petani menangis karena mereka tak mampu memberi uang saku.

‎Di sebuah istana megah, dengkuran menjengkelkan riuh terdengar,
‎“Rapat di mulai”, tutur salah seorang manusia pilihan rakyat
‎Seketika manusia-manusia di dalam ruangan itu terbangun dari tidur ia berkata “Aduh, leherku terasa kaku dan sulit menoleh”, ucap seorang Tuan jabat di sana.

‎Wakil rakyat memang mudah sakit, bahkan saat kondisi sedang sehat, pikirannya juga bisa sakit, parahnya justru mereka membuat rakyat makin sakit.

‎Mari kita berhitung, berapa banyak pejabat yang sulit menoleh?
‎Apakah moralnya sedang sakit
‎Atau karena lehernya terlampau kaku, sebab matanya lebih sering melihat rupiah daripada melihat buruh dan petani yang dibayar murah

‎Wahai para Tuan jabat, jika lehermu kaku, berobatlah dan bertobatlah.

 

Kontributor: Hijran Daffa Izzabik (Anggota PCPM Purwareja Klampok)

Editor: Dhimas

Mungkin Anda Suka

Antara Aku Dan Muhammadiyah

Antara Aku Dan Muhammadiyah

Setelah berjalan di dalam buram kabut yang kelam Secercah cahaya mentari muncul menyinari hati yang muram Melangkah...

Puisi: Jejak Pengabdian

Puisi: Jejak Pengabdian

Kami melangkah bukan untuk memperkaya, Bukan pula mencari nama, Tetapi demi ridha Allah semata, Menjadikan hidup penuh...

Generasi yang Aneh

Generasi yang Aneh

Kau mungkin sudah baca segudang buku, catatan, maupun lembaran.Menyoroti kehebatan generasi terdahulu,Itu yang...