Setelah berjalan di dalam buram kabut yang kelam
Secercah cahaya mentari muncul menyinari hati yang muram
Melangkah sembari mencoba memahaminya bak ilmu kalam
Seketika benih rasa timbul dan akarnya semakin menghujam
Hikayat jiwa memberi coba untuk menyicip indahnya rasa
Aku melangkah pelan menuju arah sang surya di ujung sana
Muhammadiyah, aku sepertinya akan kembali padamu jua
Saat ini aku kembali padamu dengan sikap yang jauh dewasa
Kembali dengan nada sang surya yang memberi sejuta rasa
Di saat yang lain menjauh hilang entah kemana
Aku tetap hadir untukmu dengan segudang asa
Muhammadiyah mengapa engkau tahu aku kembali merasa
Mereka membenci anakmu tapi mereka bingung dan lupa,
Maaf masih hadir meski jiwa dan raga sudah hilang rasa
Muhammadiyah ajarkan aku untuk menjauh dari seni membenci
Jiwa ini terbiasa menikmati indahnya kalam dalam relung hati
Apakah aku terlahir untukmu hingga tak mampu berlari pergi
Seperti cobaan yang hadir dalam suasana yang silih berganti
Aku mencintaimu dengan cinta dan benci yang tumbuh secara harmoni
Kontributor: Hijran D.I (Anggota PCPM Purwareja Klampok)
Editor: Dhimas



