Kalibening – Kegiatan Baitul Arqom ini merupakan perwujudan dinamis dari perkaderan formal di lingkungan Muhammadiyah Banjarnegara. Berlangsung pada Sabtu-Ahad, 15-16 Dzulqaidah 1447 H (2-3 Mei 2026) di Kalibening, acara ini mencerminkan gerak organisasi yang terstruktur dan ideologis.
Penguatan Ideologi dan Visi Berkemajuan
Dinamika intelektual dalam kegiatan ini sangat kental dengan dihadirkannya materi-materi fundamental.
Sesi pendalaman ideologi menjadi ruh utama dalam kegiatan ini, di mana para peserta diajak mengupas tuntas Muqodimah Anggaran Dasar (MAD) Muhammadiyah dan Risalah Islam Berkemajuan. Materi ini menjadi sangat krusial sebagai kompas penggerak organisasi agar tetap berada di jalur yang benar.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Hammam Sanadi, Ph.D. (Ketua MPKSDI PWM Jawa Tengah), memberikan bedah mendalam mengenai Analisis Al-Fatihah sebagai Basis Ideologi Muhammadiyah. Beliau menekankan bahwa ideologi Muhammadiyah bukan sekadar teori, melainkan manifestasi dari nilai-nilai Al-Fatihah yang harus berdampak nyata dalam aksi sosial dan dakwah. Seluruh dinamika di ruang materi ini dikelola dengan tertib dan interaktif oleh Mister Kismadi selaku petugas Master of Training (MOT) yang memandu jalannya diskusi intelektual tersebut.
Pendalaman Paham Agama dan Pedoman Hidup Islami
Sesi ini menghadirkan penguatan fundamental mengenai Paham Agama dalam Muhammadiyah serta implementasi Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM). Dipandu langsung oleh Dr. H. Ali Trigiyatno, M.Ag. (Ketua Majelis Tabligh PWM Jawa Tengah), materi ini menekankan pentingnya bagi setiap kader untuk memiliki pemahaman agama yang moderat, berbasis dalil yang kuat, dan selaras dengan manhaj persyarikatan.
Pendalaman dalam baitul arqom ini bertujuan agar warga Muhammadiyah tidak hanya memahami Islam secara kognitif, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai PHIWM dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, organisasi, maupun masyarakat luas. Jalannya sesi yang interaktif dan penuh khidmat ini dikelola dengan tertib oleh Suyanto selaku petugas Master of Training di ruang materi.
Manhaj Tarjih dan Akar Sejarah Lokal di Banjarnegara
Sesi penguatan Manhaj Tarjih dan Tajdid yang dibawakan oleh Arif Riyadi, M.Pd. (Majelis Tarjih PDM Banjarnegara), menghadirkan diskusi yang mendalam sekaligus kontekstual. Dalam aspek fikih, materi difokuskan pada metodologi hukum Islam mengenai ragam bacaan basmalah dalam shalat, baik secara sirr (lirih) maupun jahr (keras), sebagai upaya memperkokoh pemahaman ibadah yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah.
Menariknya, materi ini juga diperkaya dengan muatan sejarah lokal yang membanggakan, yakni asal-usul Tapak Suci. Dipaparkan bahwa Jurus Banjaran merupakan warisan asli dari Banjarnegara yang terkait erat dengan tokoh besar Kiai Busro Mukoddas. Bukti sejarah ini diperkuat dengan keberadaan artefak Kentongan bersejarah yang kini telah diserahkan ke Museum Muhammadiyah sebagai simbol otentisitas perjuangan dari tanah Banjar. Seluruh dinamika kelas yang inspiratif ini dipandu dengan apik oleh Tarsun selaku petugas Master of Training di ruang materi.
Strategi Dakwah di Era Digital
Persyarikatan menunjukkan adaptabilitasnya yang tinggi terhadap perkembangan zaman melalui sesi Focus Group Discussion (FGD) yang mengangkat tema strategis: “Penguatan Ideologi Kader & Tantangan Dakwah di Era Digital”. Forum ini menjadi ruang bagi para kader untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar dakwah Muhammadiyah tetap relevan, segar, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Inisiatif ini menegaskan bahwa PDM Banjarnegara sangat sadar akan pentingnya transformasi dakwah digital tanpa sedikit pun meninggalkan prinsip-prinsip ideologi organisasi. Dinamika diskusi yang kritis dan solutif dalam FGD ini dikawal langsung oleh tim instruktur yang berpengalaman, yakni Tutugo DS dan Andi Rofiq selaku Master of Training (MOT) dari PWM Jawa Tengah, memastikan setiap gagasan yang muncul selaras dengan visi besar Muhammadiyah Berkemajuan.
Dinamika Perkaderan dan Kepemimpinan
Kegiatan ini tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh aspek afektif dan perilaku:
Dalam sesi yang krusial bagi masa depan organisasi, H. Wahyudin, M.Si. (Sekretaris PDM Banjarnegara) memberikan penajaman mendalam mengenai Profil Kader Muhammadiyah. Beliau menegaskan bahwa kader bukanlah sekadar anggota biasa, melainkan tulang punggung dan tim penggerak yang memegang tanggung jawab besar untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan serta mengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di masa depan.
Narasi besar yang dibangun dalam sesi ini adalah upaya Membangun Kompetensi, Menghidupi Persyarikatan, dan Mencerahkan Semesta. Melalui materi ini, para peserta dibekali untuk memiliki integritas yang kokoh dan militansi yang tinggi, sehingga setiap langkah pengabdiannya selaras dengan visi besar Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid yang memberi dampak bagi umat dan bangsa.
Kontrak Belajar & Orientasi: Membangun komitmen kolektif sejak awal acara.
Refleksi Baitul Arqom: Sesi evaluasi diri untuk memastikan nilai-nilai yang didapat dapat diimplementasikan setelah kegiatan berakhir.
Ahad Pon, Warga Muhammadiyah Kalibening Gelar Pengajian dan Peletakan Batu Pertama Gedung Dakwah
Manifestasi Ibadah dan Kebersamaan
Dinamika persyarikatan juga terlihat dari kedisiplinan dalam beribadah dan membangun ukhuwah:
Penerapan Kajian Fathul Qulub dan Sholat Tahajud sebagai sarana penguatan spiritual (ruhaniyah).
Kegiatan Outbond dan Olah Raga untuk membangun soliditas tim dan kebugaran fisik kader.
Struktur Pengelola yang Solid
Keberhasilan dinamika ini didukung oleh tim instruktur yang kompeten di bawah komando Tutugo DS (MOT) dan Andy Rofiq (AsMot), dan Hj. Evy Yuliati (Pengarah) serta dukungan penuh dari jajaran Majelis Tabligh, MPK SDI PDM Banjarnegara dan Tiem Instruktur PDM Banjarnegara.
Kesimpulan:
Baitul Arqom ini bukan sekadar pelatihan rutin, melainkan upaya sistematis Muhammadiyah Banjarnegara untuk melakukan re-ideologisasi dan menyiapkan kader yang siap menghadapi tantangan dakwah modern dengan landasan tarjih dan ideologi yang kokoh.
Oleh Mister Kismadi, SE (KMM PDM Banjarnegara & MPI PCM Kalibening)
Editor: Dhimas



