Boyolali— Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Muhammadiyah Banjarnegara menyelenggarakan puncak kegiatan manasik haji dan umrah di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah, pada tanggal 10–11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian manasik haji dan umrah yang telah dilaksanakan secara bertahap di tingkat lokal sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Sebanyak 349 jamaah mengikuti kegiatan manasik tersebut, yang terdiri atas 160 jamaah putri dan 189 jamaah putra. Para jamaah diberangkatkan dari Banjarnegara secara bersama-sama menggunakan tujuh unit bus yang terbagi dalam tujuh regu, guna memastikan keteraturan, keamanan, dan efektivitas pembimbingan selama kegiatan berlangsung.
Ketua KBIHU Muhammadiyah Banjarnegara, Bapak Rahmadi, menyampaikan bahwa pelaksanaan manasik di Donohudan merupakan bagian penting dari proses pembekalan jamaah. Menurutnya, manasik ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata kepada jamaah tentang alur perjalanan haji dan umrah sejak keberangkatan dari tanah air hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
“Manasik di Donohudan ini adalah puncak dari seluruh rangkaian pembinaan yang kami lakukan. Jamaah tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung tahapan-tahapan ibadah haji dan umrah sesuai tuntunan syariat,” ujar bapak Rahmadi
Ia menjelaskan bahwa Asrama Haji Donohudan dipilih karena memiliki fasilitas yang mendekati kondisi riil embarkasi haji, sehingga jamaah dapat beradaptasi dengan suasana dan prosedur yang akan mereka hadapi nantinya. Dengan demikian, jamaah diharapkan lebih siap secara mental, fisik, dan spiritual.
Kegiatan manasik ini meliputi simulasi proses keberangkatan, tata cara pemakaian ihram, praktik thawaf, sa’i, wukuf, hingga lontar jumrah. Selain itu, jamaah juga dibekali pemahaman mengenai disiplin waktu, kebersamaan dalam rombongan, serta etika selama berada di Tanah Suci.
Pembimbing ibadah KBIHU Muhammadiyah Banjarnegara, Ustazah Istiva menambahkan bahwa metode pembimbingan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menekankan aspek pemaknaan ibadah. Ia menilai bahwa pemahaman yang benar akan membantu jamaah menjalankan ibadah dengan khusyuk dan tertib.
Menurutnya, jamaah yang telah mengikuti manasik di Donohudan menunjukkan kesiapan yang lebih baik dibandingkan hanya mengikuti manasik di tingkat lokal. Hal ini terlihat dari pemahaman jamaah terhadap rukun, wajib, dan sunah haji serta kemampuan mereka dalam mengikuti arahan pembimbing.
Sementara itu, Rofik (jamaah dari kecamatan batur)salah satu jamaah peserta manasik, mengaku bersyukur dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan bahwa pengalaman manasik di Donohudan memberikan kesan mendalam dan meningkatkan rasa percaya diri dalam menghadapi ibadah haji.
“Dengan manasik ini, kami jadi lebih tenang. Gambaran perjalanan haji sudah jelas, mulai dari masuk asrama hingga pelaksanaan ibadah. Semoga nanti saat di Tanah Suci kami bisa menjalankan ibadah dengan baik,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan oleh jamaah putri, Selly (jamaah Kec.Banjarnegara), yang menilai bahwa pendampingan dari pembimbing sangat membantu, terutama bagi jamaah lanjut usia. Ia merasa kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mempererat ukhuwah antarjamaah.
Secara tidak langsung, kegiatan manasik ini juga menjadi sarana evaluasi bagi KBIHU Muhammadiyah Banjarnegara dalam meningkatkan kualitas layanan bimbingan haji dan umrah. Dengan jumlah jamaah yang cukup besar, koordinasi dan manajemen kegiatan menjadi aspek penting yang terus diperbaiki.
Rahmadi berharap seluruh jamaah dapat menjaga kesehatan dan kekompakan hingga waktu keberangkatan haji tiba. Ia juga mengimbau jamaah untuk terus mengulang materi manasik dan memperbanyak ibadah sebagai bekal spiritual.
“Kami berharap jamaah menjadi haji yang mandiri, berilmu, dan mabrur. KBIHU Muhammadiyah Banjarnegara akan terus mendampingi jamaah hingga kembali ke tanah air,” pungkasnya.
Dengan terselenggaranya manasik haji dan umrah di Donohudan ini, KBIHU Muhammadiyah Banjarnegara menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan bimbingan ibadah yang profesional, terarah, dan sesuai tuntunan, demi mencetak jamaah haji yang siap lahir dan batin.
Kontributor: Neneng
Editor: Dhimas



